Dikonfrontir dengan Habil, Mayjen Kivlan: Saya Difitnah

Rabu, 19 Juni 2019 - 13:15 WIB
Tersangka kasus makar usai menjalani konfrontasi di Polda Metro Jaya, Rabu (20/6/2019) dini hari.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen menjalani agenda konfrontasi terkait kasus tuduhan rencana pembunuhan empat pejabat pada Selasa (18/6).

Kivlan dikonfrontasi dengan tersangka Habil Marati dan Iwan Kurniawan alias HK. Usai dikonfrontasi selama kurang lebih 7 jam, Kivlan menyebut dirinya difitnah.

Cerita BW soal Saksi Prabowo Tidak Bisa Hadir karena Diperiksa Provos

Agenda konfrontasi digelar pada Selasa (18/6) sekira pukul 16.55 WIB dan baru selesai pada Rabu (19/6) pukul 00.15 WIB. Ditemui usai konfrontasi tersebut, Kivlan merasa telah difitnah para tersangka. “Ya, saya difitnah. Saya difitnah,” ungkap Kivlan di Polda Metro Jaya, Rabu (19/6).

Meski begitu, Kivlan enggan merinci lebih mendalaman fitnah seperti apa yang dinaksud. Dia irit bicara ihwal pemeriksaan tersebut. Kivlan hanya memastikan konfrontasi telah berjalan sesuai agenda dan tidak ditemukan kejanggalan. “Eggak ada yang janggal,” sambungnya.

Mayjen Kivlan Minta Perlindungan, Ryamizard Ngaku Sudah Bisik Polri

Seperti diketahui, Kivlan kembali menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/6) sore. Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal itu dikonfrontir dengan para tersangka calon eksekutor pembunuh empat pejabat.

Kivlan dikonfrontir dengan tersangka Iwan Kurniawan dan Habil Marati. Tak berbicara sepatah kata pun, Kivlan tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 16.55 WIB. Kivlan yang mengenakan kemeja putih dan jas biru dikawal ketat oleh sejumlah anggota kepolisian saat memasuki gedung Ditreskrimum.

Organda Dukung Pemerintah untuk Atur Promo Ojek Online

Kuasa hukum Kivlan, Muhammad Yuntri menyampaikan kliennya tak menyiapkan barang bukti dalam pemeriksaan tersebut. “Kami fokus untuk konfrontasi langsung, belum (membawa) barang bukti,” ungkap Yuntri, Selasa (18/6).

Habil Marati telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan ancaman pembunuhan terhadap empat pejabat dan satu bos lembaga survei. Dia diduga berperan sebagai pemberi uang Rp 150 juta kepada Kivlan untuk membeli senjata api.

Menhan Minta Polri Pertimbangkan Jasa Mayjen Kivlan

Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary menyebut, Habil berperan sebagai pemberi dana sebesar Rp 150 juta kepada Kivlan untuk keperluan pembelian senjata api.

“Tersangka HM (Habil Marati) ini berperan memberikan uang. Jadi uang yang diterima tersangka KZ (Kivlan Zen) berasal dari HM. Maksud dan tujuan untuk pembelian senjata api. Juga memberikan uang Rp 60 juta langsung kepada tersangka berinisial HK, untuk biaya operasional dan pembelian senjata api,” kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6) lalu.

Saksi Prabowo-Sandi Beber 17,5 Juta DPT Siluman

Terungkapnya kasus ini membuat Kivlan disebut-sebut sebagai pemberi perintah untuk melakukan pembunuhan terhadap 4 pejabat dan satu bos lembaga survei. Namun, sampai saat ini polisi belum merilis secara resmi apakah Kivlan sebagai otak intelektual atau ada pihak lain.

Enam tersangka yang telah ditahan juga sudah memberikan keterangan terkait dugaan adanya keterlibatan Kivlan merancang pembunuhan terhadap empat pejabat di antaranya Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menkopolhukam Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere. (jp)