Film Rumah Merah Putih, Sentuh Hati Masyarakat Lewat Akting Anak-anak NTT

  • Bagikan
“Tidak disuruh, tetapi memang hati mereka tulus. saya mencari karakter yang natural. Selama 3 bulan casting mereka yang terbaik, dan 1 bulan kami syuting, kami yang mengajarkan ke NTT. Saya ingin ada kesan natural yang didapat,” tegas Ari Sihasale.
Begini Meriahnya Agenda Halalbihalal OJK Sulampua
Sang istri yang juga Produser, Nia Zulkarnaen menegaskan, ‘Rumah Merah Putih’ adalah film ke-9 dari Alenia Pictures. Cerita ini adalah film awal dari Trilogi anak-anak di perbatasan NTT, Papua, dan Kalimantan. “Kami mengawali dari NTT, nanti akan ke Papua dan Kalimantan. Bahwa 7 anak-anak ini punya bakat yang terpendam, mutiara dari Timur. Semoga jadi penyejuk kita semua. Jadi inspirasi anak-anak di gerbang pertama Indonesia. Kecintaan pada Indonesia tanpa batas, tanpa pamrih. Pemersatu di tengah keberagaman,” ungkap Nia.
Dipindah ke Rutan Gunung Sindur, Setnov Sakit-sakitan
‘Rumah Merah Putih’ sendiri memvisualisasikan kisah persahabatan antara Oscar (Amori De Purivicacao) dan Farel (Petrick Rumlaklak). Dua putra daerah dari NTT ini bersama lima sahabat lainnya merasa bangga sebagai anak Indonesia. Hal itu selalu mereka gelorakan setiap kali menyebut nama masing-masing. Seperti ‘Saya Petrick, ayah Malang, ibu Atambua, saya Indonesia,’. Hingga pada suatu ketika, mereka ingin mempersembahkan perayaan menyambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan menggelar lomba. Hingga terdapat insiden yang membuat Oscar jatuh sakit. Konflik yang muncul sejak insiden tersebut pun menjadi bumbu haru bagi penonton sepanjang film diputar.
Sudah 1 Jam, Brasil Belum Cetak Gol
Sepanjang film, tujuh anak-anak dari NTT tersebut berakting dengan sangat menyentuh padahal ini kali pertama mereka mengerti syuting dan melewati proses produksi film. Film yang akan tayang pada 20 Juni 2019 ini juga menghadirkan Pevita Pearce, Yama Carlos, Shafira Umm, Abdurrahman Arif, dan Dicky Tatipikalawan.
  • Bagikan