GMTD Jangan Hambat Peralihan Fasum, Gubernur: Iqbal Diminta Bekerja Cepat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) diminta tidak memperlambat peralihan fasum dan fasos di Kawasan Tanjung Bunga (KTB). Harus dipercepat.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah meminta Pemkot Makassar dalam hal ini Pj Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb tidak menunggu. Tetapi, harus bergerak cepat untuk menuntaskan penyerahan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang dikuasai PT GMTD ke pemerintah. Khususnya, Jalan Metro Tanjung Bunga.

Desakan ini, kata dia, dilakukannya dikarenakan fasum dan fasos itu sudah 17 tahun belum diserahkan. Khusus ruas jalan itu, pemerintah sudah menyiapkan konsep pembenahannya. Salah satunya pedestriannya. Di mana, penataan di kawasan tersebut akan dibuat lebih nyaman bagi pejalan kaki.

“Saya akan menunggu prosesnya dari pihak terkait (Pemkot dan GMTD) seperti apa. Mereka akan menyerahkan ke pemkot,” bebernya. Menurutnya, sudah 17 tahun belum diserahkan. “Tahun ini semua persoalan jalan tersebut sudah tuntas. Sudah harus menjadi milik Pemkot Makassar. 2020 kita sudah harus benahi jalannya,” jelasnya.

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menegaskan, pihaknya sudah siap untuk menerima penyerahan jalan tersebut. Karena itu, pihaknya berharap agar PT GMTD selaku pemilik jalan itu harus segera melakukan penyerahan ke pemerintah.

“Kami bertekad benahi. Sisa GMTD, kapan mau diserahkan. Yang jelas tahun ini harus selesai,” tambahnya.

Associate Director PT GMTD Tbk, Eka Firman Ermawan menyayangkan adanya isu yang beredar bahwa PT GMTD seolah-olah tak ingin menyerahkan aset tersebut. Padahal, pihaknya sudah beritikad baik dengan memenuhi panggilan rapat pembahasan fasum dan fasos tersebut.

Makanya, kata dia, pihaknya sudah membentuk tim. Tim ini nantinya akan melakukan peninjauan bersama pemerintah ke fasum dan fasos. “Agar saat penyerahannya apa-apa yang mesti diserahkan bersama dokumen dan tidak ada yang merasa dirugikan satu sama lain,” tuturnya.

PT GMTD, kata dia, tidak berniat menghambat penyerahan fasum – fasos. Sebagai developer, pastinya pihaknya punya permintaan khusus untuk sama-sama meninjau bersama-sama. Hal yang diminta Pemkot juga ada yang tak sesuai menurut PT GMTD.

“Sebetulnya tidak ada masalah jika ingin menyerahkan. Tak ada kendala, hanya saja kami juga ingin kalau Pemkot melihat bagaimana besaran progres pembangunan sesuai kesepakatan,” ucapnya. (*)

Reporter: Andi Syaeful-M Ashri Samad
Editor : Amrullah B Gani
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...