Kongkalikong Proyek di Daerah Itu Kerap Terjadi, Akbar: KPK Harus Memberi Perhatian

Rabu, 19 Juni 2019 19:54

Akbar juga mengaku mendapatkan informasi jika para pemain utama di proyek ini bahkan sudah dikuasai oleh jaringan tertentu dan membuat para kontraktor yang tergantung di Kadin pun bahkan terancam gulung usaha karena tak lagi bisa bersaing dengan kelompok cukong ini sebab leher bupati sudah mereka pegang.”Saya juga mendengar keluhan dari ACC sebagai LSM yang total konsen pada isu korupsi memprotes kenapa 92 laporan mereka mengendap baik di Kejaksaan atau kepolisian khususnya di kejaksaan negeri dan beberapa polres. Itulah mengapa saya mengirim surat ke Kapolri dan Jaksa Agung selain ke KPK sendiri agar mendapat atensi dari pemegang otoritas tertinggi di masing-masing lembaga ini,”jelasnya.Akbar berharap kasus-kasus ini segera diselesaikan agar tidak menjadi utang bagi pejabat berikutnya. Termasuk di dalamnya memproses kasus-kasus penyalahgunaan dana desa yang ratusan jumlahnya terutama di Bulukumba, Wajo, Bone, Barru, Maros, Pangkep, Sinjai, Soppeng yang kebetulan adalah bagian dari dapilnya.”Saya heran jika banyak pihak yang tiba-tiba merasa kaget dengan apa yang saya lakukan ini. Sudah lama kok ini. Mana mungkin mereka jadi bupati dengan biaya miliaran rupiah kalau tak mendapat sokongan biaya dari para cukong ini. Ada bupati yang bahkan dibiayai hidupnya 8 bulan sebelum proses pilkada di mulai di daerahnya.

Bagikan berita ini:
4
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar