Kubur Hidup-hidup Bayi Hasil Hubungan Haram, Sang Kekasih Mengaku Belum Siap

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — ML menangis. Gadis itu teringat saat berusaha mencegah Rizazul Mutaqin, kekasihnya, yang hendak mengubur bayi mereka hidup-hidup pada Januari 2019 lalu. Kemarin (18/6) dia bersaksi di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo. Kekasihnya duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa.

Sidang pembuktian digelar dengan meminta keterangan saksi-saksi. Termasuk ML, remaja yang mengandung dan melahirkan bayi buah ”hubungan haram” dengan terdakwa, Rizazul.

Pemeriksaan saksi selesai. Remaja belia tersebut keluar dari ruang sidang. Lalu, dia menangis. Keluarganya pun meneteskan air mata. Tangisan semakin kencang. Mereka memilih untuk meninggalkan pengadilan sebelum sidang ditutup.

Kepada majelis hakim, ML mengakui telah menjalin cinta terlarang dengan terdakwa. Dia juga tak membantah telah hamil. Akhirnya, seorang bayi tak berdosa lahir dari hubungan itu. Persalinan dilakukan di rumah temannya.

Mengapa bayi itu dibunuh? ML mengaku tidak pernah berniat membunuh anak yang baru dilahirkan. Dia bahkan mengaku berupaya mencegah terdakwa yang hendak mengubur bayi merah tersebut hidup-hidup. Namun, ML terjatuh. Rizazul tidak mengakui sepenuhnya kesaksian kekasihnya itu.

Majelis hakim yang diketuai Sih Yuliarti mencecar terdakwa. Pengakuan saksi dan terdakwa ditegaskan. “Kamu pacaran dengan saksi?” tanya Sih. Rizazul menjawab iya. Terkait dengan kehamilan pun diakui. Bayi tersebut memang hasil hubungan mereka. Namun, pemuda 19 tahun itu membantah ingin mengubur bayi hidup-hidup. Hakim meminta terdakwa untuk menerangkan sanggahannya tersebut.

Menurut Rizazul, awalnya dia bertanya kepada ML. Setelah bayi lahir, bagaimana selanjutnya. Mereka ingin terus terang kepada keluarga. Namun, mereka belum siap. Akhirnya, bayi merah tersebut dikubur.

Hakim Sih pun bertanya lagi. Dari siapa ide mengubur bayi itu? Awalnya, Rizazul menjawab ide mereka berdua. Sih tidak percaya. “Tidak mungkin ide itu dikemukakan dua orang (bersamaan). Pasti ada yang memulai,” ucapnya. Apalagi saksi ML mengaku hendak merebut bayi itu, tapi terjatuh.

Akhirnya, Rizazul mengakui bahwa ide jahat itu berawal dari dirinya. Hakim Sih pun berujar dengan nada agak tinggi. “Itu anaknya sendiri lho (yang dikubur hidup). Bagaimana pikiranmu. Perlu diperiksakan ke psikiater,” ungkapnya. Rizazul hanya terdiam. Dia tak mampu mengelak.

Sebelumnya diberitakan, Rizazul diadili karena mengubur hidup-hidup bayi hasil hubungan dengan ML di makam Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati. Baru saja dilahirkan ML, orok yang masih merah dimasukkan ke tas kresek. Alasannya, mereka takut orang tua. Perbuatan dua remaja itu berujung proses hukum. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...