Menperin Nilai Perang Dagang AS-Tiongkok Buka Peluang Indonesia

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok justru membuka peluang bagi Indonesia. ”Seperti zero-sum game, yang artinya tidak ada yang diuntungkan. Namun, di sini kita punya peluang. Orang melihat negara kita berada di zona aman,” kata Airlangga di Jakarta akhir pekan lalu. Ketua umum Partai Golkar itu mengungkapkan, Indonesia telah masuk zona aman investasi sejak 20 tahun lalu. Yakni, setelah berakhirnya Orde Baru dan dimulainya masa reformasi.
Oesman Sapta Beber Tips Sukses Organisasi
Sebagai negara dengan kondisi geopolitik yang cukup stabil, pihaknya optimistis Indonesia kini semakin diincar investor asing sebagai dampak dari gonjang-ganjingnya hubungan bilateral Tiongkok dan AS. Selain itu, lanjut Airlangga, ada beberapa faktor yang bakal membuat investor asing tertarik menanamkan modalnya di Indonesia. Di antaranya, kenaikan peringkat utang jangka panjang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P).
15 Jenazah Korban KM Amin Jaya Ditemukan Mengapung
”Dengan demikian, Indonesia kini memperoleh status layak investasi atau investment grade dari tiga lembaga pemeringkat internasional. Yakni, S&P, Moody’s, dan Fitch,” lanjutnya. Airlangga menambahkan, Indonesia dipandang sebagai salah satu negara yang serius dalam mengembangkan ekonomi digital. Itu menjadi nilai positif tersendiri bagi para pelaku usaha dunia. Untuk itu, pihaknya menilai, salah satu langkah yang perlu dilakukan saat ini adalah meningkatkan daya saing industri manufaktur nasional sehingga mampu berkompetisi dengan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam. ”Indonesia masih menjadi daya tarik untuk investasi industri berbasis elektronika, garmen, alas kaki, serta makanan dan minuman,” tambahnya.
Sidang Sengketa Pilpres 2019: Tim Prabowo Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli
Dia mencontohkan, produsen elektronika Sharp Corporation dan LG Electronics akan menambah kapasitas pabriknya di Indonesia.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan