Menperin Nilai Perang Dagang AS-Tiongkok Buka Peluang Indonesia

  • Bagikan
Produk yang bakal mereka hasilkan bertujuan ekspor dan domestik. Industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang menyumbang cukup signifikan bagi total investasi di Indonesia. Pada triwulan I 2019, industri pengolahan nonmigas berkontribusi 18,5 persen atau Rp 16,1 triliun terhadap realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Sidang Sengketa Pilpres 2019: Tim Prabowo Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli
Sekretaris Menko Perekonomian Susiwijono menuturkan, Indonesia sebenarnya mempunyai nilai yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi perang dagang. Di antaranya, peringkat surat utang Indonesia yang semakin baik dari BBB- menjadi BBB dengan outlook stabil. Kenaikan peringkat di tengah ketidakpastian global itu menjadi penanda bahwa ekonomi domestik masih kuat menghadapi berbagai tekanan.
BPKP Provinsi Sulsel Dinilai Lamban Audit Kasus Dugaan Korupsi
”Hal itu membuat kepercayaan investor kepada Indonesia meningkat,” ujar Susiwijono. Namun, untuk bisa mengambil peluang dan bersaing dengan negara tujuan investasi lainnya, Indonesia perlu merombak berbagai aturan. Aturan-aturan tersebut mencakup aturan mengenai perizinan investasi, industri manufaktur, tenaga kerja, serta aturan mengenai pemberian insentif. ”Mengubah aturan ini ribet. Karena itu, kami harus percepat itu karena kami tidak ingin kehilangan momentum. Nanti kami akan lebih seriusi pembahasan mengenai omnibus law,” lanjutnya.
Brigadir Siswan Nopendi Benar-benar Rusak Citra Polri
Omnibus law adalah satu undang-undang (UU) yang membuat perubahan pada beberapa UU sekaligus.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan