Pemprov NTT Segel Hotel Sasando, Belum Sepakat Permintaan Revisi Kontrak

Rabu, 19 Juni 2019 22:42

FAJAR.CO.ID, KUPANG—Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan penyegelan terhadap Hotel Sasando Kupang, Rabu (19/6). Pemprov NTT merupakan pemilik lahan atas lokasi Hotel Sasando yang dikelola PT. Hotel Sasando Timor Internasional sejak tahun 1984. Alasan penyegelan karena pihak Sasando belum menyetujui permintaan perubahan nilai kontrak dari Rp 310 juta per tahun menjadi Rp 600 juta per tahun.Nilai kontrak Rp 310 juta per tahun ini ditandatangani kedua pihak pada tahun 2015 lalu. Para pihak yang bersepakat untuk mengikatkan diri dalam perjanjian Bangun Guna Serah (BGS) atas tanah seluas 18.214 meter persegi ini berlaku selama 20 tahun yakni akan berakhir pada 2035.Perjanjian ini diteken saat pemerintahan Gubernur Frans Lebu Raya. Namun, Pemprov NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat yang dilantik 5 September 2018 menghendaki perubahan nilai kontrak atas lahan tersebut. Perubahan tersebut sebagaimana dijelaskan kuasa hukum PT. Sasando Timor Internasional, Laurens Mega Man, SH belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak.Pemprov NTT sudah melakukan somasi dan peringatan namun belum juga ada kesepakatan kedua belah pihak. Hingga akhirnya Pemprov NTT menyegel Hotel Sasando, Rabu (19/6). Aksi penyegelan yang melibatkan puluhan Pol PP dan anggota polisi Polres Kupang Kota tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendapatan dan Aset Daerah, Zeth Sony Libing.

Bagikan berita ini:
3
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar