Perintis Angkatan Laut Asal Galesong Takalar Turut Mewarnai Museum Naval Lantamal VI


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kolonel Laut (Purn) A Hamzah Tuppu putra asal Galesong, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulsel bakal mewarnai museum Naval Lantamal VI Makassar. Sebab, dia salah satu pejuang perintis Angkatan Laut Republik Indonesia.Hamzah Tuppu adalah anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan keluarga Sayyid Dg Ngempo (ayah) dan I Tallasa Dg Rannu (ibu). Dilahirkan 20 Agustus 1920 di Borongcalla, Desa Bontosunggu, Galesong (sekarang masuk wilayah administratif Kecamatan Galesong Selatan).Menurut pengakuan anak pertamanya, Haerumi Hamzah Tuppu bahwa, pemangku adat Karaeng Galesong XVII (terakhir) yang juga adalah keturunan generasi ketujuh dari Syekh Yusuf Tajul Khalwatia Kaddasallahu Sirruhu, A Hamzah Tuppu adalah bagian dari keluarganya.Dimasa kecil tinggal dan dibina oleh Karaeng Galesong XVI, H Larigau Dg Manginruru. Nama panggilan kesehariannya adalah Cakkua, menggunakan nama salah satu badik milik Syekh Yusuf. ”Badik Cakkua itu masih saya simpan sampai sekarang,” katanya kepada FAJAR, Rabu (19/6/2019).Ketua Badan Perwakilan Daerah (BPD) Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Jasa (Ardin) Sulsel itu menuturkan A Hamzah Tuppu bersama sejumlah pemuda Daisangka – pemuda yang pernah mendapat latihan kemiliteran dari Kaigun -Pemerintahan Militer (Angkatan Laut) Jepang, melakukan pergerakan sejak Juni 1945 di Surabaya, Jawa Timur, untuk membentuk semacam pasukan keamanan bersifat kelautan.Peristiwa itu tercatat dalam buku Sejarah TNI Angkatan Laut (Periode Perang Kemerdekaan 1945-1950) terbitan Dinas Sejarah TNI AL tahun 2003. Orang-orang Indonesia yang pernah bekerja di Angkatan Laut Jepang maupun sebagai pegawai pelayaran, direkrut masuk menjadi anggota pasukan pengawal keamanan tersebut di Surabaya.

Komentar

Loading...