Perintis Angkatan Laut Asal Galesong Takalar Turut Mewarnai Museum Naval Lantamal VI

Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945, ternyata model pembetukan pasukan yang dilakukan A.Hamzah Tuppu dan kawan-kawan di Surabaya, menginspirasi dibentuknya pasukan penjaga keamanan dengan nama Badan Keamanan Rakyat (BKR), sebagaimana diperintahkan langsung oleh Presiden Soekarno dalam pidato radionya pada 23 Agustus 1945.

Pembentukan BKR Laut -- selain BKR Darat, dilakukan pada tanggal 10 September 1945 di Jakarta. Kegiatan itu pun lalu diikuti dengan pembentukan BKR Laut di Surabaya yang dipelopori oleh A.Hamzah Tuppu dkk.

Awalnya, BKR - bagian darat dan laut, yang kemudian dibentuk di sejumlah daerah di Indonesia merupakan kekuatan sipil tak bersenjata. Namun kemudian anggota BKR mempersenjatai diri setelah terlibat pertempuran langsung menghalau kedatangan tentara Sekutu yang mulai mendarat di Indonesia, 8 September 1945.

Monumen Perjuangan A Hamzah Tuppu di Galesong Selatan, Kabupaten Takalar Semasa hidupnya, Pemerintah RI pernah memberikan Tanda Jasa dan Penghargaan kepada A.Hamzah Tuppu, berupa Satya Lencana Gerakan Operasi Militer I (dari Menteri Pertahanan Ri, Djuanda, 29 Januari 1958), Bintang Gerilya (dari Presiden RI Soekarno, 10 Nopember 1959), Satya Lencana Sapta Marga (dari Menteri Pertahanan RI, Djuanda, 29 Jaunari 1959), Satya Lencana Peristiwa Perang Kemerdekaan I dan II (dari Menteri pertahanan, Djuanda, 5 Oktober 1959), Piagam Veteran Golongan A (1964).

Dan, secara khusus diberi Piagam Penghargaan sebagai tokoh berjasa dari Pemerintah Kabupaten Takalar, 10 Pebruari 2000. Di saat sejumlah daerah di Sulsel saat ini sedang melirik kembali perjuangan para pejuang yang berjasa di daerahnya terutama pada masa prakemerdekaan, banyak pihak justru berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat mengusulkan A.Hamzah Tuppu kepada Pemerintah Pusat sebagai 'Pahlawan Bahari Nasional' dari Sulawesi Selatan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...