Produksi Batu Bara Tumbuh 12,24 Persen

  • Bagikan
“Ekspor batu bara sedang membaik. Tentunya itu akan berdampak baik bagi perekonomian di Kaltim,” ujarnya, Senin (17/6).
Bangun Smelter Feronikel di Kolaka, PT PP Gelontorkan Rp14,5 Triliun
Peningkatan impor batu bara India dipengaruhi kondisi produksi batu bara domestik India yang mengalami penurunan. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan negara tersebut dilakukan melalui impor. Kinerja penjualan domestic market obligation (DMO) batu bara izin usaha pertambangan (IUP) Kaltim triwulan I 2019 juga menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang dihimpun dari IHS Energy dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kaltim, penjualan DMO batu bara Kaltim tercatat 5,46 juta ton.
Persebaya vs Madura United : Kejar Kado, Jaga Rekor
Angka itu setara 23,22 persen dari total produksi batu bara IUP Kaltim triwulan I 2019. Capaian ini meningkat dibandingkan triwulan I 2018 yang tercatat 5,02 juta ton atau sebesar 21,87 persen dari total produksi batu bara Kaltim. “Kebanyakan saat ini di Kaltim masih ekspor. Jarang yang memenuhi DMO. Itu karena masih lebih menguntungkan menjual ke luar dengan harga yang lebih baik,” tuturnya. (jpnn)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan