Siswa Mendaftar 27.320, Padahal Hanya Terima 5.264

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, DEPOK — Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan Jawa Barat, jumlah kursi Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri yang tersedia dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Kota Depok hanya untuk 5.406 siswa.

Kuota tersebut dibagi menjadi 3.858 kursi SMA negeri dan 1.548 kursi SMK negeri.

Padahal, merujuk data Dinas Pendidikan Kota Depok, tahun ini terdapat sebanyak 27.320 siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik negeri maupun swasta.

Dengan keterbatasan kuota tersebut, itu artinya sebanyak 21.914 siswa lulusan SMP harus rela melanjutkan pendidikan di SMA/SMK swasta.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, Dadang Ruhiyat, mengatakan, terbatasnya kuota kursi SMA/SMK negeri di Depok terjadi karena keterbatasan SMA/SMK negeri itu sendiri.

“Jumlah SMA/SMK negeri di Depok hanya 17 sekolah yang hanya mampu menampung 5.406 siswa lulusan SMP,” kata Dadang, Selasa (18/6/2019) kepada Wartakotalive.co,.

Ke-17 SMA/SMK negeri itu terdiri dari 13 SMA negeri dan 4 SMK negeri.

Dengan melihat fakta itu, kata Dadang, tidak mengherankan pendaftar SMA/SMK negeri di Depok membludak.

Untuk itu, dia mendorong pemerintah pusat memikirkan penambahan SMA/SMK negeri di kota yang terdiri dari 11 kecamatan dan 63 kelurahan itu.

“Dengan PPDB sistem zonasi, tentu infrastruktur pembangunan sekolah negeri di tiap kota dan kabupaten harus merata atau ditambah, termasuk di Kota Depok,” katanya.

Dia menjelaskan, dalam PPDB SMA/SMK negeri hanya terdapat tiga jalur, yakni jalur zonasi 90 persen, jalur prestasi 5 persen, serta jalur pindahan orang tua 5 persen.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan Kota Depok, M Yusuf, mengungkapkan, tahun ini terdapat 27.320 siswa lulusan SMP di Kota Depok yang akan melanjutkan sekolah di tingkat SMA atau SMK.

Ke-27.320 siswa itu berasal dari 221 SMP negeri/swasta serta 73 MTS negeri/swasta.

“Yang lulus puluhan ribu siswa SMP dan MTS, tetapi kuota SMA dan SMK negeri hanya sekitar 5.000-an,” tuturnya.

Dengan terbatasnya SMA/SMK negeri, Sekretaris Komisi D DPRD Depok, Farida Racmawati, turut mendorong pemerintah untuk membangun sekolah baru di Kota Depok agar mampu menampung lebih banyak lulusan SMP di kemudian hari.

Saat ini, katanya, bahkan masih ada satu kecamatan di Depok yang tidak memiliki SMA/SMK negeri sama sekali sehingga siswa terpaksa harus mencari sekolah di kecamatan tetangga.

“Di Depok tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah SMA/SMK negeri masih terbatas. Contohnya, di Kecamatan Beji saja tidak ada SMA negeri sama sekali,” katanya. (pojoksatu)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...