Dari Mana Sarung Berasal?

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Salah satu pakaian yang identik dengan muslim Indonesia adalah sarung. Kain dengan corak khas itu biasanya dipakai untuk shalat, baik pada hari biasa maupun di hari raya.

Tahukah, dari mana sarung berasal?

Menurut sejarah, sarung berasal dari Yaman. Di negara Timu Tengah itu, sarung dikenal dengan sebutan futah. Sarung juga dikenal dnegan nama izaar, wazaar atau ma’awis.

Sarung juga dikenal di berbagai belahan dunia. Tak seperti di Indonesia, kain yang identik dengan ibadah shalat itu, di Turki dan Mesir justru digunakan sebagai baju tidur. Di esir, sarung bahkan dinilai tak layak dipakai ke masjid apalagi untuk menghadiri acara formal.

Mengapa sarung justru begitu lekat dengan kegiatan ibadah di Indonesia?

Ada banyak faktor yang jadi alasannya. Diantaranya adalah model sarung yang simpel dan sangat mudah dipakai. Ukurannya yang panjang dan longgar pun dinilai bisa mememenuhi syarat syar’i untuk menutup aurat serta melindungi lekuk tubuh pemakainya.

Maka, penggunaan sarung pun meluas di kalangan umat Islam Indonesia. Pada perkembangannya, sarung tak hanya dikenal di jazirah Arab (Yaman) sebagai tempat asalnya, tapi akhirnya meluas ke Asia Selatan, Asia Tenggara, Afrika, bahkan Amerika dan Eropa. [duniaislam/aci]

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...