Dewan Penasehat AMPI Makassar Sarankan Kadir Halid Tinggalkan Golkar Sulsel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Polemik Bendahara DPD I Golkar Sulsel Rusdin Abdullah yang dikeluarkan oleh Ketua Bappilu Golkar Sulsel Kadir Halid berbuntut panjang.

Dewan Penasehat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Makassar, Atto Suharto merasa terdorong ikut mengomentari polemik perseteruan tersebut.

Kadir Halid menurut Atto, mestinya tidak bersikap seperti itu. Di mana terkesan mengedepankan kepentingan pribadi daripada kepentingan partai.

“Tidaklah pantas pengurus partai besar, infrastruktur kuat dan mapan seperti Golkar bertindak seperti itu,” kata Atto, Kamis, 20 Juni.

Langkah mengeluarkan Rudal yang notabene sebagai Bendahara Golkar Sulsel, menurut Atto, perilaku yang mengedepankan pribadi bukan organisasi.

Baca Juga:

Adik Nurdin Halid Keluarkan Bendahara Golkar Sulsel Rudal dari Grup Whatsapp DPD I Sulsel

Usai Kadir Keluarkan Rudal dari Grup Golkar, Ian Latanro: Baper yah

“Sehingga, saya sarankan tinggalkan saja Golkar dan berhenti berpolitik. Menurut saya, karakter partai Golkar tidak cocok dengan gaya berpolitik seperti ini,” jelasnya.

“Masa dengan alasan tidak suka secara pribadi langsung dikeluarkan dari grup. Berpartai atau organisasi bukan persoalan Like and dislike,” jelasnya. 

Sebelumnya, Partai Golkar Sulsel melalui Wakil Sekretaris Partai Golkar Sulsel, Nasruddin Upel mengaku dikeluarkannya Pak Rudal dari Grup WA Golkar Sulsel, tidak ada kaitan dengan Nurdin Halid. 

“Itu adalah tindakan pribadi pak Kadir Halid sudah ditegur keras oleh Ketua DPD Partai Golkar Sulsel H.A.M. Nurdin Halid,” katanya.

“Pak Kadir, mengeluarkan pak Rudal atas ketidaksukaannya kepada beliau karena  menceritakan persoalan internal partai Golkar di Warkop. Tentu kurang etis karena urusan internal Partai di giring keluar ke publik,” tambahnya lagi. (taq)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...