Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilwalkot, Perhitungan BPKP dan KPU Selisih Rp1 Miliar

2 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Penyidik Tipikor Polda Sulsel berangkat ke Jakarta untuk memeriksa ahli dari KPU RI. Pemeriksaan itu sekaitan dengan perhitungan kerugian negara (PKN) dugaan korupsi dana hibah pilwalkot Makassar.

Penyidik Unit 1 Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Sulsel berangkat Rabu, 19 Juni kemarin. “Kami ke Jakarta melakukan pemeriksaan kepada ahli dari KPU,” kata Kanit Tipikor, Kompol Sutomo saat dikonfirmasi kemarin.

Pemeriksaan ahli itu kata dia antaranya, Inspektorat KPU RI dan Divisi Hukum KPU RI. Sebab, sebelumnya telah dilakukan perhitungam oleh inspektorat KPU RI. “Kami tinggal mencocokkan berita acaranya saja,” tambahnya.

Untuk perhitungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel belum juga keluar. Sebab, masih ada yang harus diklarifikasi ke beberapa pihak, kemudian prosedur audit harus juga jalankan.

Meski begitu penyidik sudah bisa menghitung kerugian negara berdasarkan perhitungan KPU RI. Menurut Sutomo, ada selisih antara keduanya dalam melakukan perhitungan. “Perhitungan BPKP Sulsel dan KPU RI selisih Rp1 miliar. Lebih besar perhitungan BPKP,” jelasnya.

Sementara Kasubdit Tipikor, Kompol Yudha Wirajati saat ditemui di kantornya mengakui bahwa timnya sementara ke Jakarta melakukan pemeriksaan ahli dari Inspektorat KPU RI, dan ahli Divisi Hukum KPU RI. “Semuanya kan harus dikonsultasikan sekaitan dengan temuannya dulu,” ucapnya. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...