Janji Manis Pemimpin Hong Kong setelah Sepekan Dihajar Demonstrasi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, HONG KONG – Selasa (18/6) pukul 16.00, Chief Executive Hong Kong, Carrie Lam berjalan menuju tengah panggung aula di kompleks pemerintahan. Di bawah podium, tisu sudah disiapkan. Mungkin berjaga-jaga jika Lam meneteskan air mata.

Pemimpin Hong Kong tersebut kembali memberikan permintaan maaf kepada rakyat. Kali ini, ucapan itu keluar langsung dari mulut Lam. Sepertinya, dia mendengar rakyat yang tak puas dengan pernyataan tertulisnya.

”Saya ingin mengucapkan permintaan maaf terhadap seluruh penduduk Hongkong. Saya seharusnya melakukan pekerjaan yang lebih baik,” katanya menurut New York Times.

Demi Permen, Bocah 4 Tahun Nekat Menyetir 1,5 Km

Sikap perempuan 62 tahun tersebut melunak. Selama dua tahun masa jabatannya, baru kali ini dia menarik pernyataannya dan meminta maaf. Dia berjanji tidak akan mengulang kesalahan yang sama.

”Kepada para pemuda Hongkong, saya tahu Anda berharap saya menghormati perbedaan pendapat,” ungkapnya.

Lam berdiri sendiri hari itu. Baik secara harfiah maupun metafora. Pidatonya seakan-akan mengalamatkan kesalahan kepada kabinetnya. Dia tak menyebutkan Xi Jinping atau Beijing yang mempunyai kepentingan soal aturan ekstradisi.

Gawat, Argentina Tertinggal 0-1 dari Paraguay di Babak I

Dia hanya menyebutkan bahwa RUU ekstradisi tak akan diungkit lagi. Kalau memang proses pembahasan masih terhenti sampai Juli tahun depan, secara alami RUU itu akan kedaluwarsa. Namun, dia menolak secara tegas mencabut RUU tersebut.

”Jika memang RUU itu tidak sampai ke meja dewan legislatif tahun depan, pemerintah akan menerima kenyataan tersebut,” tegasnya sebagaimana diberitakan Agence France-Presse.

Permintaan maaf itu ditolak mentah-mentah oleh rakyat dan politisi pro demokrasi. Mereka merasa ucapan Lam hanyalah akal-akalan. Buktinya, tidak ada tuntutan yang dikabulkan. RUU masih bisa dibahas. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...