Juli, Tim GabunganBaru Lapor Perkembangan Kasus Novel

Kamis, 20 Juni 2019 - 12:45 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Tepat 800 hari kasus penyiraman air keras Novel Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya dan tim gabungan bentukan Kapolri melakukan pemeriksaan lanjutan. Adapun materi pemeriksaannya yakni materi sama yang pernah ditanyakan penyidik saat Novel menjalani perawatan di Singapura.

“Dia kan (Novel) sudah pernah diperiksa di Singapura oleh penyidik. Jadi (pemeriksaan hari ini) untuk pendalaman,” kata anggota tim gabungan kasus Novel, Hendardi di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Pusat, Kamis (20/6).

Ganti Android, Huawei Siapkan OS Hongmeng

Direktur Eksekutif SETARA Institute ini menuturkan, pihaknya diberikan waktu enam bulan untuk menyelesaikan kasus Novel. Ia menargetkan, bulan depan, Juli, pihaknya bisa menyampaikan perkembangan kasus ini ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Jadi sedang bekerja, diberi waktu enam bulan dari Januari sampai Juli. Nanti kalau selesai kami akan launching, akan kami sampaikan dulu ke Kapolri. Kapolri yang menentukan,” ucap Hendardi.

Kerap Ganggu Emak-emak, Pria Lansia Ditemukan Tergeletak Berceceran Darah

Hendardi yang juga anggota tim panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPK) itu menyampaikan, pihaknya akan menyampaikan ke Kapolri terlebih dahulu. Nantinya, kata Hendardi, Titolah yang akan menentukan soal pengembangan kasus tersebut.

“Hasilnya bagaimana, apakah kami akan umumkan atau beliau-beliau (Kapolri Jenderl Tito Karnavian) sendiri yang umumkan, ya itu terserah yang memberikan mandat,” jelas Hendardi.

Sementara itu, tim kuasa hukum Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa menyampaikan, sejumlah anggota tim kuasa hukum akan menemani Novel dalam pemeriksaan ini. Dia menduga, terdapat oknum kepolisian yang terlibat dalam kasus Novel.

PLN Tegaskan Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik

“Kami juga hadir hari ini, dengan banyak harapan. Karena ada satu poin penting yang disampaikan bulan lalu oleh salah satu tim gabungan, yaitu ada kuatnya dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian dalam kasus kekerasan terhadap Novel Baswedan,” ucap Alghiffari.

Alghiffari menuturkan, dua tahun belum terungkapnya kasus Novel, opini yang dibangun pelakunya mengarah pada preman atau mata elang. Padahal, kata Alghiffari, terdapat keterlibatan oknum kepolisian dalam penyerangan terhadap Novel.

Alasan KPU Diuntungkan Saksi Prabowo-Sandi

“Berkali-kali kami mengatakan ini ada keterlibatam anggota kepolisian, ada keterlibatan jenderal. Tapi baru bulan lalu ada konfirmasi dari salah satu anggota tim gabungan, bahwa kuat dugaan ada keterlibatan anggota kepolisian,” tegas Alghiffari.

Oleh karena itu, Alghiffari meminta para penyidik dan tim gabungan dapat bersikap netral dan tegas dalam menyelesaikan kasus Novel. Hal itu mengingat hingga 800 hari penyerangan belum juga ditemukan pelaku dan aktor intelektual. (jp)