Kajati Masih Tangani Kasus Dugaan Mark Up Pengadaan Buku Kades Luwu

Kamis, 20 Juni 2019 - 08:47 WIB

BELOPA, FAJAR–Kasus dugaan mark up pengadaan buku 2016/2017 bagi 207 kepala desa di Luwu masih ditangani Kejati Sulsel. Penyidik Kejati telah memeriksa 20 kepala desa di Luwu sebagai saksi. Tiap desa dikabarkan menyetor dana sekitar Rp4 juta lebih guna membiayai pengadaan buku.

Aswas Kejati Sulsel, Wito SH MHum mengatakan, penanganan kasus desa telah ditangani oleh Kejati. ”Kita ingin pembangunan di desa berjalan sesuai program pembangunan nasional,”kata Wito kepada FAJAR, Rabu (19/6). Kasus penyidikan kasus mark up kepala desa di Luwu ini masih ditangani. Masalah ini merupakan masalah teknis. Pihaknya hanya menangani soal pengawasan.

Dia berharap agar dalam kasus tindak pidana korupsi harus diupayakan untuk pencegahan. Supaya pembangunan nasional tidak terganggu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Luwu, Masding mengatakan, masalah dugaan mark up pengadaan buku desa tidak masalah. ”Kasus ini awalnya sangat kental nuansa politik,”kata Masding singkat.
Kepala Desa Bonelemo Utara, Kecamatan Bajo Barat, Jamaluddin mengatakan sangat terbebani terkait kasus dugaan mark up pengadaan buku. ”Kami butuh kepastian hukum,”kata Jamaluddin. Kasus ini masih bergulir. (shd)