Kenalilah Air Minum Kemasan yang Beredar di Pasaran

Kamis, 20 Juni 2019 - 08:05 WIB

FAJAR.CO.ID — Tubuh manusia membutuhkan asupan air paling tidak 1,5 hingga 2 liter setiap harinya agar dapat berfungsi dengan baik. Khusus untuk air minum salah satunya adalah dari air minum kemasan.

Dari keseluruhan air yang digunakan oleh manusia, air minum menempati posisi khusus karena air yang dikonsumsi manusia harus bebas dari bahan-bahan yang berpotensi untuk mengakibatkan gangguan kesehatan.

Air yang didapatkan dari alam dan dapat diminum harus memenuhi kategori tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak memiliki rasa. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi, air minum kemasan memiliki banyak fitur yang inovatif seperti memiliki gelembung, rasa yang lebih manis, dan lebih segar.

Dikutip dari klikdokter.com, air minum kemasan biasanya dikemas di dalam botol plastik atau botol kaca. Di Indonesia, air minum dalam kemasan hadir dalam beberapa kategori utama, yaitu air mineral, air demineralized, dan air alkali.

Air Mineral
Air mineral merupakan air yang mengandung berbagai mineral. Air ini didapatkan dari sumber air alami dan kemudian diproses untuk lebih higienis. Air mineral ini juga dapat memiliki komposisi mineral yang berbeda-beda berdasarkan sumber airnya dan bergantung pada produsen yang menyusun komposisi air mineral tersebut.

Air demineralized
Beda lagi dengan jenis air ini. Air minum dalam kemasan yang mengalami demineralisasi mengalami beberapa pemrosesan sehingga menjadi bebas mineral.

Air minum kemasan jenis ini telah mengalami proses pemurnian sehingga memiliki kadar fluorida yang lebih rendah. Fluorida merupakan mineral yang normal berada pada air alam.

Fluorida berfungsi untuk melindungi gigi dari pembentukan lubang gigi. Namun, jika asupannya berlebihan, terutama pada bayi, dapat menyebabkan, terutama, terjadinya fluorosis gigi.

Air alkali
Air alkali merupakan air minum kemasan dengan pH air lebih dari 7. Air ini diklaim dapat memberikan manfaat kesehatan. Meski demikian masih dibutuhkan penelitian yang lebih mendalam dan dalam skala besar untuk bisa menunjukkan bahwa air alkali dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar daripada air minum dalam kemasan lainnya di pasaran.

Selain ketiga jenis air minum kemasan di atas, kita juga mengenal sparkling water di pasaran yang merupakan air minum berkarbonasi tanpa kalori, tanpa gula dan garam tambahan. Minuman jenis ini jika diminum memberikan sensasi yang menyegarkan karena adanya gelembung-gelembung di dalam air minum tersebut.

Selain itu ada juga artesian water yang merupakan air yang didapatkan dari lapisan batu di bawah tanah. Ada pula purified water yang pada umumnya merupakan air tanah yang diproses untuk memurnikan air dari berbagai kontaminan seperti bakteri, bahan kimia, maupun logam yang dapat membahayakan kesehatan.

Jenis air minum kemasan lainnya adalah distilled water merupakan bagian dari purified water. Air minum jenis ini mengalami proses distilasi dengan menguapkan air untuk memurnikan air dari berbagai bahan kontaminan yang dapat membahayakan kesehatan. Sayang proses ini rentan menghilangkan kandungan mineral yang dapat bermanfaat untuk kesehatan.

Apa pun jenis air minum kemasan pilihan Anda, ada rambu-rambu yang perlu diperhatikan. Pastikan bahwa Anda tidak menggunakan kemasan plastik (atau botol) yang diisi air mineral secara berulang-ulang. Hal ini bisa meningkatkan risiko adanya kuman yang berkembang biak di dalam kemasan, yang bahkan dapat menyebabkan diare. Selain itu, kemasan plastik juga sebaiknya tidak dibiarkan terpapar sinar matahari atau terkena suhu tinggi karena dapat terjadi pelepasan bahan kimia plastik ke dalam air minum kemasan. [RVS]