Kontraktor Gedung Baru DPRD Bulukumba Dinilai Tidak Becus

Kamis, 20 Juni 2019 - 10:21 WIB
TINJAU. DPRD saat meninjau pekerjaan gedung paripurna DPRD Bulukumba, beberapa waktu lalu.

FAJAR.CO.ID,BULUKUMBA–DPRD Kabupaten Bulukumba menganggap kontraktor gedung baru DPRD Bulukumba tidak becus dalam melakukan pengerjaan. Gedung DPRD yang baru tersebut belum digunakan, namun beberapa fasilitas sudah mengalami kerusakan, seperti plafon dan tegel.

Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki mengungkapkan, masih banyak bagian bangunan yang belum selesai pengerjaannya, tapi sudah ditinggalkan kontraktor.

“Plafon atap lantai tiga sudah hilang. Tegel di ruang paripurna sudah banyak yang terbuka,” bebernya, Rabu, 19 Juni 2019, dikutip dari radarselatan.fajar.co.id.

Menurut Hamzah, tidak maksimalnya pembangunan gedung disebabkan oleh kontraktor pengerjaan tahap 1 dan tahap 2.
“Karena kontraktor tahap pertama dan tahap kedua adalah orang yang sama. Yang berganti hanya perusahaannya, ini kedok kontraktor,” kata dia.

Dia membeberkan awal mula diketahuinya kontraktor pembangunan tahap 1 dan 2 gedung baru DPRD Bulukumba.
“Ini diketahui setelah tukangnya mengaku bahwa bosnya tetap orang yang sama. Ini kan sudah melakukan pembohongan,” kata dia.

Dia menegaskan, pembangunan gedung baru DPRD Bulukumba harus diselesaikan, sebelum digunakan untuk pelantikan paripurna DPRD Bulukumba.“InsyaAllah semua akan direkomendasikan ke pemda dan pihak yang berwajib. Karena ini adalah uang rakyat,” tutup Hamzah Pangki.

Sementara itu, rekanan tahap ketiga, Site Manager CV Fikri Bangun Persada, Akhmad Juardi S Dada, kepada RADAR SELATAN berharap agar adanya kerusakan tidak serta merta ditujukan kepada pihaknya. Pasalnya, pekerjaan tahap ketiga adalah implikasi dari tahapan pekerjaan sebelumnya. Ia menjelaskan untuk tahap ke 3 hanya mengerjakan plafon lantai 1 saja.

“Yang disoroti mungkin adalah lantai parquet yang ditumbuhi jamur. Tapi sebenarnya itu tidak perlu terjadi andai tidak ada air yang masuk dari timpalaja’ yang bocor. Karena lapisan bawah parquet bahan multipleks yang tidak boleh kena air,” jelasnya, Rabu. 19 Juni 2019.
Bahkan pihaknya mengaku ada item pekerjaan karena rusak, justru diperbaiki seperti timpalaja’ yang bocor dan plafon luar yang rubuh. “Tim kami yang memperbaikinya walau sebenarnya tidak masuk dalam item pekerjaan. Apalagi pekerjaan itu sudah melewati tahapan pemeriksaan dari tim PHO dan tim BPK,” katanya.