Lestarikan Seni Jathilan di Lereng Gunung Merapi

Kamis, 20 Juni 2019 - 09:10 WIB

FAJAR.CO.ID, KLATEN – Kesenian jathilan kini sudah mulai tergerus dengan hadirnya permainan baru. Mengangkat kembali warisan budaya nusantara ini, warga di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Kemalang, Klaten, beragam cara dilakukan. Salah satunya dengan menggelar kompetisi. Ajang ini diikuti 40 kelompok jathilan di wilayah tersebut.

Camat Kemalang, Kusdiyono mengatakan, ajang Festival Jathilan ini digelar rutin untuk melestarikan seni tradisional di lereng Merapi. Sama seperti perlombaan, mereka juga memperebutkan gelar juara.

“Tahun ini yang peserta tampil beda dengan beraksi sepanjang 1 kilometer. Mulai dari Lapangan Desa Keputran hingga di depan tamu kehormatan terdapat tiga titik,” jelasnya.

Tenda Jemaah Haji di Arafah dan Mina Diberi Nomor

Tidak hanya sekadar tampil, peserta juga dinilai dari keseragaman terkait penggunaan kostum saat tampil hingga kekompakan dalam gerakan. Ketepatan waktu penampilan juga menjadi poin penilaian karena hanya diberi durasi lima menit saat di tamu kehormatan.

“Kalau terkait umur tidak ada batasan sama sekali. Yang dikedepankan adalah kreasi saat mereka menampilkan kesenian jathilan itu,” jelasnya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengapresiasi festival ini. Agar lebih eksis, dia meminta ada inovasi sehingga kesenian ini tetap eksis sekaligus bisa menarik wisatawan datang ke Klaten.

Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Kempo 2020

“Melalui festival ini tentunya mengundang warga untuk berdatangan ke Kecamatan Kemalang,” jelas Sri Mulyani seusai membuka Festival Jathilan.

Bupati berharap festival jathilan ini juga membawa keberkahan dan manfaat bagi berbagai pihak. Termasuk menjadi ajang pemersatu dan silaturahmi antarwarga.

Tak Hanya Dijadikan Lalapan, Mentimun Ternyata Mengikat Bakteri di Saluran Pencernaan

Sementara itu, Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kemalang, Jainu mengatakan jika desanya mengirimkan satu kelompok jathilan yang terdiri dari 15 orang termasuk pengiringnya. Dia mengungkapkan, ada kebanggaan tersendiri ketika bisa ikut serta dalam festival tersebut.

“Tentunya menambah semangat bagi kelompok seni di masing-masing desa sehingga mampu meningkatkan kreativitasnya. Saya harapkan acara seperti ini menjadi agenda rutin sehingga bisa ikut serta dalam melestarikannya,” jelasnya. (jp)