Masika ICMI – Wagub Sulsel Bahas Program Masjid Ramah Anak

Kamis, 20 Juni 2019 - 13:38 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menerima kunjungan Pengurus wilayah Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), di rumah jabatannya Jalan Yusuf Dg Ngawing Makassar, Kamis (19/6).

Dalam pertemuan itu, Andi Luhur Priyanto selaku Wakil Ketua Masika ICMI mengatakan, pertemuan ini adalah memperkenalkan Masika ICMI kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

“Alhamdulillah, Pak Wagub bisa menerima kami,” ucap Luhur Priyanto.

Ia menambahkan, Masika ICMI ini telah mendorong program spesifik, namanya program Masjid Ramah Kepada Anak-anak. Dimana, didasari oleh kesadaran bahwa banyak pengelolaan masjid, yang membuat anak-anak menjadi takut atau merasa terancam ketika datang ke masjid. Baik sarana dan prasarananya, dimana menganggap bahwa anak-anak ini menjadi pengganggu ketika datang ke masjid.

“Inilah yang kita ingin bagaimana agar anak-anak ini familiar dengan masjid, ramah dengan masjid. Dan pada ujungnya kita berharap agar anak-anak ini dapat memakmurkan masjid kedepannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Andi Luhur Priyanto menjelaskan, di tahun 2019 ini telah masuk dalam struktur kelembagaan. Yang artinya ada regulasi, ada aturan yang bisa menunjang kegiatan ini didukung oleh pemerintah, serta merangkul beberapa institusi yang juga terkait dengan pengelolaan masjid ini.

Seperti BKPRMI, IMMIM, Dewan Masjid Indonesia, dan Ormas-ormas Islam yang memiliki basis kuat di pengelolaan masjid.

“Kami berharap agar kita bisa bersinergi. Dan kami juga berharap agar Pemprov dan Masika ICMI bisa terus berjalan dan berkembang untuk hal-hal yang positif dan praktis, terutama program kami yakni masjid untuk anak-anak,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, salah satu yang perlu digalakkan adalah bagaimana masjid-masjid ramah terhadap anak-anak, sehingga ada generasi yang nantinya mengelola mesjid secara baik.

“Saya juga berharap orang tua mengenalkan adab saat di mesjid. Jadi bagaimana masjid ramah anak dan anak paham adab saat di mesjid,” tegas Andi Sudirman.

Ia meminta Masika ICMI menunjukkan karakter Islam yang terpelajar secara komprehensif agama, dengan kembali menumbuhkan semangat belajar dan menggali kembali buku-buku referensi para pendahulu kita. Termasuk di dalamnya bedah buku atau kitab KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan, sebagai pelopor dua ormas besar yang tidak diragukan di negara ini.

“Kembali bedah keilmuan beliau berdua agar melahirkan generasi yang mumpuni secara ilmu dan mengamalkannya,” imbaunya. (*)