Pemerintah Harus Serius Bantu Daerah Bencana

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah diminta serius untuk memberikan bantuan ke warga terdampak bencana alam. Pemerataan pemberian bantuan harus agar masyarakat merasakan keadilan serta kehadiran negara untuk mereka.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPW), Ujang Komarudin menilai bantuan yang diberikan pemerintah ke sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan baru-baru ini sudah bagus.

Pilkada Pangkep, Nasdem Mulai Survei Calon Wabup untuk Dampingi MYL

Namun, dia mengingatkan bantuan serupa harus diberikan kepada daerah lainnya jika menerima bencana alam. “Ini yang mesti kami kritisi,” ujar dia saat dihubungi, Rabu (19/6).

Menurut Ujang, menganut asas keadilan, seharusnya perlakuan dan kebijakan yang sama dilakukan di semua wilayah yang terkena bencana.”Bukan hanya karena di daerah tertentu. Ini yang menimbulkan kecemburuan, ketidakadilan, dan berbahaya secara kepentingan politik,” kata dia.

Saksi di MK, Anak Buah Yusril Beber Praktik Curang Pemilu

Dia juga mengingatkan kepada pemerintah agar mengevaluasi sumber dana bantuan yang berasal dari sumbangan internal dan stakeholder. Meski tidak menentang undang-undang, jangan sampai hal itu justru berpotensi korupsi kebijakan.

“Curiganya, internal ini terpaksa atau tidak memberikan sumbangannya. Karena biasanya, ketika pejabat yang ngomong, ada rasa keterpaksaan. Seolah-olah bawahannya ikhlas, tapi belum tentu,” paparnya.

Tanda Epilepsi, dari Tatapan Kosong Hingga Sentakkan Kaki

Anggota DPR RI, Inas Nasrullah Zubir berpendapat penyaluran bantuan kepada daerah-daerah yang dilanda bencana memang dianggarkan ke sejumlah kementerian.

Namun politikus Hanura ini mengatakan, jika anggaran itu ada, maka kementerian boleh saja mengeluarkannya. Namun, jika tidak ada di alokasi anggaran, maka tidak boleh memberikan bantuan korban bencana dengan anggaran kementerian.

Yakin Prabowo Keok, Yusril: Lihat Saksi-saksinya

Inas mengatakan, jika memang dana bantuan itu bukan berasal dari APBN, maka bisa saja menggandeng mitra-mitra swasta kementerian. Namun demikian prosesnya harus transparan dan melibatkan lembaga seperti Kementerian Sosial.

“Penggalangan dana bisa melibatkan Kemensos dan dibuka ke publik dari mana asalnya dan penyalurannya,” tutur dia. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...