Eggi Sudjana Ajukan Permohonan SP3 Kasus Dugaan Makar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Tim kuasa hukum tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana mengambil langkah untuk penyidik menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3). Permohonan tersebut dilayangkan pada Kamis (20/6) di Polda Metro Jaya.

Tim kuasa hukum menilai dalam kasus Eggi tidak disertai dua alat bukti cukup. Sehingga mereka mengajukan permohonan SP3 untuk perkara makar ini.

“Kita mengajukan penghentian penyidikan dalam kasus makar ini. Mengajukannya ke Kapolda Metro Jaya dan Kapolri. Jadi menurut pandangan kami ini kasus belum cukup 2 alat bukti sehingga harus logikanya, seyogyanya dihentikan, intinya begitu,” ungkap kuasa hukum Eggi, Alamsyah Hanafiah, Kamis (20/6).

Eggi Sudjana: Penyebar Kebencian Tidak Ditangkap Kalau Pro Pemerintah

Alamsyah menuturkan, permohanan SP3 itu merupakan perminataan langsung dari Eggi. Selain penghentian kasusnya, politikus PAN itu juga meminta dikeluarkan dari rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya.

“Ya kalau permintaan Eggi sendiri minta dihentikan penyidikan dan dia juga minta dikeluarkan dari tahanan. Permintaan dengan saya membuat surat SP3,” jelasnya.

Nilai First Travel tidak Jujur, Eggy Sudjana Ancam Mundur sebagai Kuasa Hukum

Alamsyah sendiri tidak merinci dua alat bukti yang tidak dicukupi apa saja. Namun, dia sempat menyinggung terkait ucapan Eggi di Kertanegara, Jakarta Selatan yang dianggap sebagai perbuatan makar. Menurutnya di sekitaran rumah Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto itu tidak berada di lingkup area pemerintahan.

“Kertanegara itu tidak ada pemerintah. Kertanegara itu hanya rumah rakyat biasa. Karena dalam kasus makar harus ada perbuatan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah, di mana lokasi pemerintah? Pemerintah itu kan di gedung-gedung pemerintah bukan di Kertanegera,” paparnya.

Dilaporkan Eggy Sudjana Cs, Ketum PSI Penuhi Panggilan Polisi

“Kalau pernyataan makar ini berarti ucapan. Sedangkan kasus makar itu harus timbul dari perbuatan, bukan ucapan. Kalau ucapan pasalnya bukan pasal makar, tapi penghinaan terhadap presiden,” tukasnya.

Sebelumnya, Eggi mulai ditahan sejak Selasa (14/5). Dia diputuskan masuk Rumah Tahanan Polda Metro Jaya setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Dia akan ditahan sampai 20 hari ke depan.
Eggi pertama kali diperiksa sejak Senin (13/5) pada pukul 16.30 WIB. Pitra Romadoni menyebut kliennya telah ditangkap oleh polisi dengan dasar surat penangkapan B/7608/V/RES.1.24/2019/Ditreskrimum.

Iran Tembak Jatuh Drone Mata-mata AS

Eggi kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar oleh Polda Metro Jaya. Keputusan ini dikeluarkan setelah proses gelar perkara pada 7 Mei 2019. Adanya kecukupan alat bukti seperti enam keterangan saksi, empat keterangan ahli, beberapa dokumen, petunjuk, dan kesesuaian alat bukti menjadi dasar penyidik menaikan status hukumnya.

Eggi sendiri dilaporkan oleh caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), S. Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya atas tuduhan makar. Laporan itu dibuat atas beredarnya video Eggi menyerukan people power dalam sebuah orasi.

Detik–detik Eks Anggota DPR Ditangkap Lalu Dijebloskan ke Lapas

Selain Dewi, Supriyanto yang mengaku sebagai relawan dari Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac) juga turut melaporkan Eggi ke Bareskrim Polri, pada Jumat 19 April 2019. Laporannya teregister dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan. Terkait status tersangkanya ini, Eggi pun telah mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...