Idealitas Kepemimpinan Kaum Muda

Jumat, 21 Juni 2019 13:24
Belum ada gambar

(Catatan Kecil Jelang Muswil Pemuda Muhammadiyah Sulsel)Oleh : Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulsel, Elly OscharFAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Perhelatan  Akbar Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan  dalam wujud  “Musyawarah Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan “sebentar lagi terlaksana. Tentunya kita berharap ajang ini menjadi momentum bersama dalam mengevaluasi apa yang telah dikerjakan oleh Pemuda Muhammdiyah selaku OKP Tertua Di republik ini (2 Mei 1932), disamping sebagai upaya untuk mempertegas kembali eksistensi Pemuda  seperti  disebutkan oleh Jose’Ortega G. Yasset,  bahwa pemuda  adalah the agent of change,  yang dibebani harapan-harapan dan menjadi pioneer dalam penyelesaian permasalahan,sehingga begitu besar ekspektasi kaum muda dalam mempersiapkan diri menyongsong masa depan yang mapan dan bermartabat untuk  bangsa dan negara.Sejarah telah membuktikan,  bahwa dalam setiap perubahan sosial dan politik pada hampir seluruh negara di belahan bumi,  pemuda selalu dicatat sebagai pelaku yang memiliki peran strategis yang memungkinkan untuk ikut menentukan perubahan arah dan kebijakan pembangunan.  Pemuda adalah suatu umur yang memiliki kehebatan tersendiri, yang menurut DR. Yusuf Qardhawi  ibarat matahari maka usia muda ibarat jam 12 ketika matahari bersinar paling terang dan paling panas. Pemuda mempunyai kekuatan yang lebih secara fisik dan semangat yang enerjik bila dibanding dengan anak kecil atau orang jompo.Pemuda mempunyai potensi yang luar biasa, bisa dikatakan seperti dinamit atau TNT bila diledakan. Akan tetapi  jika tidak dilakukan  pembinaan  maka yang terjadi adalah sebaliknya. Potensinya tak tergali,semangatnya melemah atau yang lebih buruk lagi ia menggunakan potensinya untuk hal-hal yang tidak baik. Sekali lagi , pemuda adalah usia dan sosok yang hebat meski tidak semua pemuda adalah hebat.M. Masad Masrur,  (Intelektual dan Kepemimpinan Kaum Muda, 2007),menyebutkan ada tiga karakteristik kepemimpinan dan intelektual kaum muda. Pertama, kaum muda yang mempunyai ide-gagasan, kreatif, kritis, dan mau tampil. Tipe pemuda itu merupakan kaum muda yang paripurna. Kedua, kaum muda yang mempunyai ide-gagasan, kreatif, kritis, tapi tidak mau tampil. Men of behind, yaitu jenis kaum muda dengan kualitas baik. Ketiga, tipe kaum muda yang tidak punya ide-gagasan, tidak kreatif, tidak kritis, dan tidak mau tampil. Jenis kaum muda itu pasif dan cenderung menjadi “benalu” dalam setiap aktifitas yang melingkari kaum muda. Disinilah tumpuan harapan terhadap potensi kaum muda yang mempunyai ide-gagasan, kreatif & kritis mau tampil ke garda terdepan dan mau berbuat serta mengabarkan kepada kita bahwa inilah saya Pemuda Indonesia/saya Pemuda Muhammadiyah . Dari latar belakang apapun, tanpa memandang ia lahir dari mana kalau ia memenuhi kretiria tersebut sebagai pemuda paripurna patut kita apresiasi pada Musywil Pemuda Muhammadiyah mendatang sebagai representasi yang akan mengartikulasikan kepentingan pemuda, bangsa dan persyarikatan Muhammadiyah di masa mendatang, Tanpa mengabaikan aturan main organisasi Pemuda Muhammadiyah itu sendiri. 

Bagikan berita ini:
8
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar