Ini Konsekuensi Seorang Muslim Mendatangi Dukun

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Mendatangi tukang ramal amat berbahaya. Yang termasuk dalam hukum ini adalah membaca ramalan bintang. Membaca ramalan seperti itu tidak perlu lagi tukang ramal didatangi, namun cukup majalah ramalan bintang atau tayangan ramalan nasib di TV yang dibawa masuk ke dalam rumah. MENDATANGI DUKUN, BERTANYA, TANPA MEMBENARKAN Kelompok yang pertama adalah orang yang mendatangi dukun atau peramal lalu bertanya sesuatu berkaitan dengan aktivitas perdukunannya, tapi tidak membenarkan apa yang dikatakan dukun tersebut. Perbuatan jenis ini hukumnya haram. Konsekuensinya, ibadah shalat pelakunya selama empat puluh hari tidak akan diterima. Sebagaimana ditunjukkan dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً “Barangsiapa mendatangi paranormal, lalu bertanya tetang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 malam.” (HR. Muslim: 2230)
Maksud dari tidak diterima shalatnya adalah tidak diterima pahala shalatnya. Jadi, shlatnya selama empat puluh hari hanya sekedar memenuhi kewajiban saja, tanpa mendapat pahala. Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Makna tidak diterima shalatnya adalah tidak ada pahala baginya dalam shalat tersebut, meski shalatnya cukup untuk menggugurkan kewajiban darinya, sehingga dengan itu ia tidak perlu untuk mengulang shalatnya.” [Syarh Muslim, 14/227, Taisirul ‘Azizil Hamid, 347-348] 2. MENDATANGI DUKUN, BERTANYA, DAN MEMBENARKAN Kelompok yang kedua adalah orang yang mendatangi dukun atau peramal lalu bertanya sesuatu berkaitan dengan aktivitas perdukunannya, dan dia membenarkan apa yang dikabarkan dukun tersebut.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan