Jumlah Pengungsi Akibat Perang Tembus 70 Juta

Jumat, 21 Juni 2019 09:13
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JENEWA – United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) merilis fakta pedih terkait dengan Hari Pengungsi Sedunia hari ini, Kamis (20/6). Kemarin lembaga PBB untuk mengurus pengungsi itu merilis laporan perkembangan jumlah pengungsi dan orang telantar. Yang terjadi adalah rekor jumlah migrasi pada abad ke-21 ini.”Tren pengungsi global terus berjalan di arah yang salah,” ujar Kepala UNHCR Filippo Grandi sebagaimana diberitakan Associated Press.Sesuai dengan perhitungan mereka, jumlah orang telantar atau mengungsi karena krisis atau konflik ekstrem negara mencapai 70,8 juta jiwa. Bertambah 2,3 juta jiwa jika dibandingkan dengan angka pada 2017. Jumlah pengungsi itu naik tujuh tahun berturut-turut.

Ngerinya Venezuela, Rumah Sakit Berubah Ibarat Jadi Gudang Mayat

Grandi memaparkan, tren kenaikan pengungsi itu disokong dari gelombang imigran Venezuela dan Ethiopia. Venezuela sedang dilanda krisis kemanusiaan dalam rezim Nicolas Maduro, sedangkan Ethiopia kembali dilanda konflik etnis.”Angka (pengungsi, Red) sebenarnya bisa jadi lebih banyak. Karena kami hanya memasukkan warga Venezuela yang sudah mengajukan suaka, yakni sekitar setengah juta,” ungkapnya kepada Agence France-Presse. Menurut laporan negara penerima, jumlah penduduk Venezuela yang kabur mencapai 4 juta.

Disanksi AS, Venezuela Gandeng Rusia

Namun, permasalahan UNHCR tidak hanya terletak pada negara-negara yang baru menjadi “eksporter” pengungsi. Negara yang sudah lama dalam peperangan seperti Syria tetap menjadi penyumbang terbesar pengungsi dan orang telantar. Setelah delapan tahun perang sipil di Syria, 13 juta orang terlunta-lunta.

Komentar