KPU Tuntut Ustaz Baequni Bertanggung Jawab, Ini Alasannya

Jumat, 21 Juni 2019 13:13
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Ustaz Rahmat Baequni menyebut, ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia karena diracun. Keterangan itu terekam dalam sebuah video berdurasi 2 menit 20 detik.Dalam video tersebut Baequni mengatakan, ada informasi ditemukan gas dalam tubuh ratusan petugas KPPS yang meninggal. Temuan itu didapati setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Alasan KPU Diuntungkan Saksi Prabowo-Sandi

“Bapak ibu sekalian yang dirahmati Allah, ketika semua yang meninggal ini dites di lab, bukan diotopsi, tapi dicek di lab forensiknya, ternyata semua yang meninggal ini dalam tubuhnya mengandung zat yang sama, zat racun berupa gas,” kata Rahmat Baequni, Jumat (19/6).‎Menurut Baequni, racun itu sengaja diberikan oknum lewat rokok. Zat racun tersebut dimasukkan lewat rokok dan dibagikan ke TPS yang ada.

Percaya Diri, KPU hanya Hadirkan Marsudi Wahyu Kisworo

“Zat racun berupa gas yang dimasukkan ke dalam rokok yang disebar ke setiap TPS,” katanya.Racun ini menurut Baequni reaksinya cepat. Petugas KPPS yang telah menghisap rokok itu hanya mampu bertahan selama satu hingga dua hari.Menurut Baequni, meninggalnya petugas KPPS ini akan membuat kesaksian mengenai hal-hal yang terjadi di TPS menjadi sulit. “Jadi, tujuannya apa? Agar mereka tidak memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi di TPS,” jelasnya.

KPU Ragukan Keterangan Saksi Prabowo-Sandi

Menanggapi hal itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi menyayangkan. Pramono kecewa, ceramah keagamaan digunakan untuk menyebarkan hoaks.

Bagikan berita ini:
9
3
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar