Kuman

Oleh: Muhammad Khidri Alwi

Ilmu kedokteran mulai tercerahkan setelah Hans dan anaknya, Zacharias Janssen menemukan mikroskop. Barulah mulai terungkap, apa yang selama ini membawa kematian akibat wabah bukan karena roh-roh jahat yang bergentanyangan mencari korban. Seperti kepercayaan suku Maya di Semjenanjung Yukatan yang meyakini dewa Ekpets, Uzannkak dan Sojakak yang terbang dari desa ke desa malam hari menulari orang dengan penyakit. Atau suku Aztec menuduh dewa Tezcatlipoca dan Xipototec yang membinasakan puluhan ribu manusia yang tergeletak di jalan-jalan yang membusuk.

Adalah Ibnul Khatib, seorang intelektual muslim dan dokter pengarang di Spanyol yang hidup di zaman peradaban Islam, yang pertama mengemukakan hipotesa penyakit menular. Lebih seratus tahun kemudian, pendapat ini diikuti oleh orang Eropa setelah revolusi mikroskop mengungkap tentang fenomena kuman yang hidup di tengah manusia. Dari dasar inilah ditemukan penyebab mewabahnya penyakit karena adanya peran mikro organime (kuman).

Jika wabah telah menyebar, terjadi epidemik penyakit menular. Boleh jadi penyakit itu adalah dosa berupa musibah dari akibat perbuatan manusia yang menzalimi dirinya dan alam sekitarnya. “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30). Al-Quran menyebut, berbuat dosa itu adalah berbuat kezaliman terhadap diri sendiri.

Bila orang berbuat dosa, maka ia menganiaya dirinya sendiri. Bila dosa dibiarkan, masyarakat hancurkan dirinya sendiri. Maka terjadilah pembiaran teradap perilaku manusia yang menyimpan dari kodrat fitrahnya yang suci. Dosa bisa menyebabkan turunnya murka Allah yang tidak hanya menghukum dosa akibat individual tetapi juga menimpa orang yang tidak berdosa.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : asrie


Comment

Loading...