Lima Mahasiswa UNM Ciptakan Aplikasi Pappilajara untuk ABK Tunarungu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Lima Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menciptakan media pembelajaran berbasis aplikasi untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Tunarungu.

Aplikasi ini diberi nama “Pappilajara” dalam arti bahasa Makassar “Pembelajaran”. Tujuannya, memudahkan tunarungu dalam belajar, sehingga murid SD dan Siswa SMP serta SMA, tidak lagi didampingi oleh guru profesional bahasa isyarat.

Aplikasi Pappilajara dirancang lima mahasiswa UNM dari berbagai fakultas. Diketuai Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK), Yunita Hapsari beserta empat anggotanya, Mudarris , Nurhikmah, Humairah, dan Fadillah Nur Afifah.

Yunita menjelaskan, berdasarkan observasi, minimnya kosakata yang dimiliki ABK Tunarungu, Ia dan temannya pun mencari solusi pembelajaran yang mudah dan praktis. “Kami berharap aplikasi Pappilajara dapat membantu memperkaya kosakata siswa,” jelasnya.

Aplikasi ini menyediakan empat buah versi isyarat yang dapat dipilih, yakni american sign languange, British singh languange, Indonesian languange sibi, dan Indonesian bisindo. Dilengkapi dengan pilihan konten, abjad, angka, nama-nama pekerjaan, perasaan, dan sapaan.

“Inovasi seperti ini sudah ada sebelumnya, namun kami kembangkan dengan tambahan empat bahasa isyarat yang biasanya cuma satu, dan masih perlu kami tambah kontennya,” sebut Darris.

Aplikasi ini pun telah disosialisasikan di SLB 2 Makassar. Wakasek Kesiswaan, Abdul Rahman mengapresiasi kegiatan kegiatan tersebut. Menurutnya, media pembelajaran Android juga sudah awam untuk siswanya.

“Jika di sekolah umum ujiannya sudah berbasis android, kami juga sudah bisa seperti itu, karena kompetensi siswa kami sama dengan siswa pada umumnya, sudah kenal dengan handphone, yang mereka gunakan untuk berkomunikasi,” ungkapnya.

Ia berharap konten aplikasi pembelajaran tidak hanya sebatas untuk ABK Tunarungu saja, tetapi bisa mencakup siswa SLB yang lain.

“Saya harap ada pengembangan lebih bagus dan lebih spesifik agar siswa juga lebih mudah untuk menangkap pelajaran. Kedepannya, semoga ada metode-metode pembelajaran dibuat tidak sebatas hanya turanungu saja,” harapnya. (aas)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...