Mandiri, Warga Lapas Perempuan Tangerang Bikin Aktor Okan Kornelius Terkesan


Selama ini Lapas Perempuan Tangerang tergolong lapas yang banyak menggelar program pembinaan kemandirian dan pemberian keahlian untuk warga binaan mereka. Lapas juga terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai lembaga yang peduli. Setidaknya pemberitaan media setahun terakhir tercatat kerja sama lapas dengan banyak pihak, antara lain, Dompet Dhuafa, Universitas Syekh Yusuf Tangerang, Universitas Binus, Foundation For International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST) sebuah lembaga nirlaba peduli hak asasi yang berpusat di Brussel, Belgia, Yayasan TIFA, dan banyak lagi.Dompet Dhuafa bahkan memiliki program berkelanjutan untuk warga binaan lapas, yakni Program Bina Santri Lapas (BSL). Program ini merupakan upaya pembinaan keagamaan bagi warga binaan di lapas dengan tujuan menyiapkan warga binaan agar saat keluar dari lapas dapat hidup lebih baik, diterima di masyarakat, serta membawa perubahan yang berarti dalam hidup mereka.Dalam kesempatan berbeda Kepala Lapas Perempuan Tangerang Herlin Candrawati mengatakan, pihaknya membuka banyak kesempatan agar kemampuan dan kemandirian warga binaan senantiasa terus berkembang. Untuk itu Herlin mengakui banyak menerima bantuan dan dukungan masyarakat.“Pembinaan yang kami lakukan tentu tidak akan maksimal jika tidak didukung oleh masyarakat. Kami sangat percaya bahwa masyarakat merupakan bagian dari tiga pilar Sistem Pemasyarakatan dalam pembinaan warga binaan, yaitu pemerintah, warga binaan dan masyarakat,” kata Herlin.Dalam berbagai kesempatan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Sri Puguh Budi Utami tak pernah henti menekankan jajarannya untuk terus mendorong pembinaan kemandirian warga binaan. Upaya itu menurut Dirjen Utami fokus pada kegiatan pembinaan kemandirian guna meningkatkan kemampuan diri (life skills) dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupannya melalui pelatihan keterampilan dan kemandirian.

Komentar

Loading...