Menyoal Regenerasi Pucuk Parpol, Megawati dan SBY Tetap Ketum

  • Bagikan

Anggota Komisi XI DPR itu menuturkan kesolidan dan kekompakan yang dimiliki pemimpin ini sangat luar biasa. “Coba lihat, kita belajar sejarah dari partai-partai di Indonesia tidak banyak yang bisa mampu melakukan transformasi seperti itu,” paparnya.Alasan terakhir, adalah prestasi yang ditorehkan Mega. Menurutnya, Mega memiliki prestasi salah satunya adalah membawa PDIP menang pemilu dua kali berturut-turut. Pada 2014 dan 2019, PDIP menang pileg dan pilpres sekaligus. Pascareformasi tidak ada partai di Indonesia yang mampu melakukan itu.

Ada Usul Ganti SBY, Ini Reaksi Ketua Dewan Kehormatan Demokrat

Partai Demokrat hampir melakukan itu tetapi tidak lengkap karena 2004 hanya menang pilpres dan kalah pileg, sedangkan 2009 meraih kemenangan pada dua even demokrasi tersebut.“Jadi pascareformasi hanya satu partai yang mampu melakukan itu dan membuat sejarah yang lengkap, menang legislatif dan pilpres. Itu nggak mudah sama sekali,” katanya.Tantangan PDIP ke depan, ujar Ara, menciptakan rekor kemenangan tiga kali berturut-turut untuk pileg dan pilpres. “Ini tentu jauh lebih sulit lagi,” katanya.Karena itu, Ara menegaskan, lima alasan inilah yang membuat dirinya memaknai sebuah regenerasi bahwa Megawati telah berhasil melahirkan kader berkualitas baik di legislatif maupun eksekutif.

Majelis Tinggi Dituding Ingin Jual Ketum Demokrat ke Sandi dan Gatot

Sementara itu di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat (PD) Hinca Panjaitan memastikan tidak akan ada kongres luar biasa (KLB) PD sampai Maret 2020. Menurutnya, Maret 2020 merupakan jadwal kongres sesuai siklus lima tahunan yang ada di partai berlambang bintang mercy itu.

  • Bagikan