Penumpang Makin Sepi, Harga Tiket Diturunkan

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, JAKARTA--Desakan agar harga tiket pesawat diturunkan kembali direspons pemerintah. Kali ini pemerintah berencana menurunkan tarif tiket khusus pesawat berbiaya rendah alias low-cost carrier (LCC) rute domestik. Namun, penurunan hanya berlaku pada penerbangan di hari dan jam-jam tertentu. Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kebijakan itu berlaku efektif pekan depan. “Yang levelnya bukan LCC, silakan jalan (maskapai medium service dan full service tetap menggunakan tarif lama, Red). Rakyat itu kan memang lebih banyak concern dan berkepentingan dengan LCC,” katanya saat konferensi pers kemarin (20/6). Namun, pada jam berapa tepatnya tarif akan diturunkan, pemerintah akan mendengar usulan dari maskapai. Termasuk, skema penghitungan dasar dari penurunan tersebut, apakah didasarkan pada tarif batas atas atau yang lain.
Dilema Pemudik di Tengah Mahalnya Tiket Pesawat
Pada pertengahan Mei lalu, pemerintah menurunkan tarif batas atas (TBA) 12-16 persen. Dari kebijakan tersebut, rata-rata TBA turun 15 persen. Sekretaris Menko Bidang Perekonomian Susiwijono menambahkan, penurunan tarif LCC dilakukan setelah pemerintah melihat penurunan jumlah penumpang pesawat sebesar 28 persen sepanjang caturwulan pertama 2019. “Kami berusaha berpihak pada kebutuhan konsumen. Tetapi, di saat yang sama juga akan ada insentif untuk maskapai dari sisi fiskal. Itu juga masih digodok, tetapi sesegera mungkin difinalkan,” ucapnya. Susi -sapaan akrab Susiwijono- menargetkan kebijakan insentif tersebut dikeluarkan pekan depan.
Harga Tiket Pesawat Tembus Rp21 Juta, Maskapai Ramai-ramai Bantah
Komponen biaya penerbangan, sambung dia, dikontribusikan oleh avtur sebesar 30-31 persen, sewa pesawat 20-24 persen, dan SDM pengelolaan 14-16 persen. Kemudian, biaya spare part dan maintenance 16-20 persen, pengelolaan bandara 0,6 persen, dan sisanya diisi biaya lain-lain. Untuk meringankan beban maskapai yang tarif tiketnya diturunkan, insentif fiskal baru berfungsi menurunkan beban pengeluaran setiap komponen tersebut.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan