Peserta BPJS Harus Rekam Sidik Jari

FAJAR.CO.ID,BANJARMASIN -- BPJS Kesehatan mengeluarkan kebijakan rekam sidik jari bagi pasien yang berobat. Konsepnya seperi absensi sidik jari untuk memastikan apakah pasien tersebut memang anggota BPJS Kesehatan. Perekaman dilakukan di awal kedatangan pasien berstatus peserta BPJS Kesehatan.

“Di Banjarmasin sebenarnya sudah berjalan. Namun hanya di pelayanan Hemodalisa atau cuci darah,” terang Kepala Cabang BPJS Banjarmasin, Tutus Novita Dewi kepada Radar Banjarmasin, dikutip dari prokal.co,kemarin.

Ke depan selain pelayanan di Poli Hemodalisa, sidik jari kepada peserta BPJS Kesehatan akan diterapkan pula di poli-poli lain. “Ini bukan hal baru, hanya pengembangan di poli lain. Sampai nantinya ke semua poliklinik,” sebutnya.

Penerapan sidik jari ini terangnya tak langsung dijalankan. Saat ini masih uji coba di beberapa rumah sakit, sekaligus melakukan perekaman data pasien. Diterangkan Tutus, data sidik jari pasien ini akan terkoneksi dengan server pusat di Jakarta.

Rekam Finger print in sebagai bentuk menekan risiko penyalahgunaan kartu BPJS Kesehatan. “Database pasien langsung terinput, jadi data pasien memang real,” terangnya. Hal ini lebih memudahkan karena juga mengurangi berkas. Rumah sakit akan lebih mudah mengelola administrasi.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Suciati menyambut baik kebijakan ini. Selain simpel juga menakan risiko penyalahgunaan identitas. Meski demikian, Suci berharap BPJS menyediakan perangkat secara mandiri. Maklum, poli di RSUD Ulin jumlahnya tak sedikit. Belum lagi ada yang jumlahnya kunjungannya tinggi. Sehingga perlu alat sidik jari yang sebanding. “Harusnya ada bantuan dari BPJS Kesehatan langsung, biar semua poli ada alatnya,” ujar Suci.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...