Sidang PHPU, KPU Hadirkan Saksi Ahli Arsitek IT

FAJAR.CO.ID, JAKARTA--Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya menghadirkan satu orang saksi ahli dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019. Dia adalah profesor pertama di Indonesia dan arsitek IT di KPU, yaitu Profesor Marsudi Wahyu Kisworo.

Diketahui, Marsudi merupakan perancang Sistem Informasi Perhitungan (Situng) KPU pada 2003. Dia juga merupakan Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dalam sidang lanjutan pemeriksaan saksi dan ahli dari KPU pada Kamis (20/6) kemarin, Marsudi menjelaskan efektivitas Situng. Menurutnya sistem yang dibangun bersama timnya itu mempunyai kelemahan dalam melakukan penghitungan suara Pemilu.

Menurut Marsudi, merancang aplikasi Situng bagaikan membuat arsitektur sebuah rumah. Dia mengaku hanya sebagai perancang atau arsitek yang merancang sistem Situng-nya saja, bukan mengatur dan memprogramnya.

“Saya bukan yang menjaga web-nya itu. Saya yang pada 2003 dulu merancang arsitekturnya. Ibarat bangun rumah, maka harus ada rancangan arsitekturnya dulu dan itu bukan hanya saya saja, tetapi ada teman-teman dari ITB, UI, dan yang lainnya,” ujar Marsudi saat bersaksi di MK.

Marsudi menuturkan, Situng tiap tahun ke tahun seperti rumah yang terus melakukan perubahan tanpa mengganti rancangan arsitektur awalnya. Sehingga, meski ada perubahan program, namun sistem Situng tetap sama seperti awal dibuat.

“Jadi ya ibaratnya rumah. Kalau kita mau bikin rumah itu pertama dibuat arsitekturnya dulu, lalu kita serahkan kepada pemborong, dan pemborong itulah yang kemudian membangun yang mengikuti standar-standar rancangan arsitek itu,” jelas Marsudi.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...