Secara Nasional Penumpang Kapal Naik 22 Persen, Pelabuhan Makassar Tertinggi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Pengguna kapal laut yang dioperatori oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) pada musim lebaran tahun ini meningkat drastis. Kepala Kesekretariatan Pelni Yahya Kuncoro menuturkan dibandingan lebaran tahun lalu, ada kenaikan penumpang mencapai 22 persen.

Dibandingkan moda transportasi lain, Pelni menjadi juaranya. Sebab moda lainnya tidak ada yang mengalami kenaikan sebesar itu. Bahkan untuk moda pesawat terbang, terjadi penurunan 27,23 persen selama musim lebaran tahun ini. “Awalnya Pelni hanya memprediksi kenaikan penumpang sebesar 3,5 persen,” katanya di Jakart kemarin (21/6). Namun ternyata membludak hingga mengalami kenaikan mencapai 22 persen. Dia menjelaskan masa operasional angkutan lebaran Pelni mulai 21 Mei (H-15) sampai 21 Juni (H+15).

Pelni mencatatkan jumlah penumpang selama masa angkutan lebaran tahun ini mencapai 726.962 orang. Angka tersebut naik cukup besar dibandingkan dengan masa angkutan lebaran tahun yang tercatat 595.865 orang. Dia menuturkan angka penumpang tersebut akan terus bertambah karena pencatatan terakhir sampai tadi malam pukul 00.00 WIB.

Ada sejumlah penyebab kenaikan penupmang kapal laut dalam arus mudik maupun balik tahun ini. Diantaranya banyak yang menyebut lantaran mahalnya tiket pesawat terbang. “Saya belum bisa memastikan. Karena perlu ada penelitian yang ilmiah,” tuturnya.

Yahya menjelaskan pada musim lebaran tahun ini, pemesanan tiket dibuka lebih panjang. Yakni sejak H-45 lebaran. Pada musim lebaran 2018 lalu pembelian tiket baru dibuka H-30 lebaran. Selain itu dalam setiap perjalanan kereta api, Pelni juga menambah persentase penumpang tanpa seat sekitar 60 persen.

Meskipun jumlah penumpang tanpa seat tersebut dinaikkan, Yahya menegaskan, Pelni tetap mengutamakan keselamatan. “Bagi Pelni, safety first,” tandasnya. Diantaranya jumlah pelampung atau alat keselamatan tetap lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penumpang.

Sejak awal Pelni memang sudah memperkirakan jumlah penumpang kapal bakal meningkat. Untuk itu beberapa jaluar pelayaran frekuensinya ditambah. Diantaranya adalah jalur dari Makassar menuju Surabaya dan dari Balikpapan menuju Semarang. Konsekuensinya jalur yang diperkirakan sepi dikurangi.

Yahya mengatakan ada sejumlah rencana peningkatan pelayanan yang sedang di godok oleh Pelni. Diantaranya adalah membuka kanal pemesanan tiket secara online. Namun untuk penerapannya mereka harus berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan. Sebab untuk menerapkan pembelian secara online, layanan di pelabuhan khususnya terminal penumpang harus bisa dibuat steril.

Dalam catata Pelni jumlah penupmang saat arus mudik (21 Mei 6 Juni) mencapai 352.933 orang. Jumlah ini naik 20,37 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat ada 293.200 orang. Kemudian saat arus balik jumlah penumpang ada 374.029 orang atau naik 23,58 persen dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu jumlah penumpang kapal saat arus balik tercatat 302.665 orang.

Pelabuhan Makassar menjadi paling padat dengan jumlah penumpang 38.055 orang saat arus balik. Kemudian disusul Balikapapn sebanyak 34.280 orang, Pulau Batam (27.995), Ambon (20.109), Surabaya (17,704), dan Sorong (14.791). Sementara saat arus balik pelabuhan Surabaya menjadi paling padat dengan jumlah penumpang 40.073 orang. Disusul Makassar sebanyak 32.895 orang. (fin/sam)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...