Secara Nasional Penumpang Kapal Naik 22 Persen, Pelabuhan Makassar Tertinggi

Sabtu, 22 Juni 2019 18:42

Meskipun jumlah penumpang tanpa seat tersebut dinaikkan, Yahya menegaskan, Pelni tetap mengutamakan keselamatan. “Bagi Pelni, safety first,” tandasnya. Diantaranya jumlah pelampung atau alat keselamatan tetap lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penumpang.Sejak awal Pelni memang sudah memperkirakan jumlah penumpang kapal bakal meningkat. Untuk itu beberapa jaluar pelayaran frekuensinya ditambah. Diantaranya adalah jalur dari Makassar menuju Surabaya dan dari Balikpapan menuju Semarang. Konsekuensinya jalur yang diperkirakan sepi dikurangi.Yahya mengatakan ada sejumlah rencana peningkatan pelayanan yang sedang di godok oleh Pelni. Diantaranya adalah membuka kanal pemesanan tiket secara online. Namun untuk penerapannya mereka harus berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan. Sebab untuk menerapkan pembelian secara online, layanan di pelabuhan khususnya terminal penumpang harus bisa dibuat steril.Dalam catata Pelni jumlah penupmang saat arus mudik (21 Mei 6 Juni) mencapai 352.933 orang. Jumlah ini naik 20,37 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat ada 293.200 orang. Kemudian saat arus balik jumlah penumpang ada 374.029 orang atau naik 23,58 persen dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu jumlah penumpang kapal saat arus balik tercatat 302.665 orang.Pelabuhan Makassar menjadi paling padat dengan jumlah penumpang 38.055 orang saat arus balik. Kemudian disusul Balikapapn sebanyak 34.280 orang, Pulau Batam (27.995), Ambon (20.109), Surabaya (17,704), dan Sorong (14.791). Sementara saat arus balik pelabuhan Surabaya menjadi paling padat dengan jumlah penumpang 40.073 orang. Disusul Makassar sebanyak 32.895 orang. (fin/sam)

Bagikan berita ini:
9
1
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar