Biaya Pengawasan Pilkada Lutim Capai Rp13 ,6 Miliar, Lutra Tembus Rp15,8 Miliar

FAJAR.CO.ID, MALILI--Tahapan Pilkada Luwu Utara dan Luwu Timur sudah di depan mata. Dana yang digunakan membiayai pengawasan pilkada sangat besar.

Ketua Bawaslu Luwu Timur, Rahman Atja mengatakan, pada pilkada 2015, Bawaslu hanya menggunakan anggaran sebanyak Rp6,4 miliar. ''Pilkada kali ini disiapkan anggaran sebanyak Rp13 ,6 Miliar,'' kata Rahman kepada FAJAR.

Dana ini digunakan membiayai honor panwas kecamatan. Honor di tingkat kecamatan sangat besar. Sesuai standar upah minimum regional (UMR). Kecamatan di Luwu Timur memang tidak bertambah. Namun, sejumlah desa telah dimekarkan.

Terkait Pelatihan Saksi Paslon 01, Kubu 02 Persoalkan Kehadiran KPU, Bawaslu, dan DKPP

Sementara Bawaslu Luwu Utara merencanakan anggaran sebanyak Rp15,868 miliar pada Pilkada 2020. Dana pengawasan ini lebih besar dibanding pilkada 2015 lalu yang hanya Rp7 miliar.

"Dulu, dana yang digunakan sedikit karena kurang staf dan pengawasan tidak sampai TPS,'' kata Sekretaris Bawaslu Luwu Utara, Eka Erawati. (shd)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...