Red Gank: Suporter Bukan Alat Politisasi

Minggu, 23 Juni 2019 - 12:24 WIB
HANYA SEDIKIT BERANGKAT. Salah satu dari tiga suporter yang berangkat di kapal KM Dobonsolo tujuan Tanjung Priok. Dijadwalkan tiba Minggu (23/6)

AJAR.CO.ID, MAKASSAR — Suporter PSM sangat menyayangkan oknum pejabat yang acap kali memanfaatkan suporter sebagai alat politisasi.

Sekjen Red Gank, Sadakati Sukma sangat menyayangkan oknum-oknum pejabat yang selalu memanfaatkan suporter PSM demi kepentingan kekuasaan untuk mendapatkan simpati dari masyarakat.

Imbas kekecewaan Sadat ini buntut batalnya sebagian besar suporter PSM mendukung tim kebanggan berlaga di Pakansari, Bogor, Rabu, 26 Juni mendatang.

Hal itu seiring Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb yang mengatakan siap memfasilitasi suporter yang ingin mendukung tim berlaga di Bogor dengan menyiapkan diskon tiket kapal laut.

Namun hal itu urung terlaksana. Suporter kehabisan tiket hingga kapal keberangkatan terakhir yang tiba di Jakarta sebelum laga sudah berangkat, Jumat lalu.

“Jangan pernah janji kepada suporter kalau tidak bisa ditepati karena aksi kami selama ini juga atas dasar kecintaan dan keikhlasan,” ucap Sadat.

Sadat menambahkan dalam kondisi ini suporter bukan ingin mengemis. Tetapi ketika ucapan sudah terdengar dan tidak bisa ditepati justru akan membuat hati para suporter sakit.

“Begitu banyak pejabat yang pernah melakukan hal sama demi kepentingan kekuasaan. Mempolitisasi tim kebanggaan dan kehadiran kami sebagai suporter,” sesalnya.

“Semoga ini menjadi pelajaran buat semua yang punya kepentingan bahwa kehadiran kami hanya untuk PSM bukan untuk siapa-siapa,” pungkasnya.

Terpisah, Pj Walikota, Iqbal Suhaeb mengatakan sudah berkoordinasi dengan manajemen PSM untuk suporter yang hendak ke Bogor.

“Saya sudah berkordinasi pihak PT PSM katanya nanti PSM yg bersurat ke Pelni,” jelas Iqbal. (tam-smd)