Eksepsi, Sofyan Basir Pertanyakan Perubahan Penerapan Pasal


FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Terdakwa Sofyan Basir langsung mengajukan eksepsi. Hal ini dilakukan pasca surat dakwaannya dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) KPK, pada sidang perdana kasus suap kontrak kerja sama Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1, di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.Melalui tim kuasa hukumnya, Direktur Utama PT PLN nonaktif tersebut menilai pasal yang didakwakan kepadanya berubah.“Kami langsung ajukan keberatan (eksepsi) yang mulia. Kami akan bacakan hari ini. Ada 50 lembar nota keberatan yang akan kami bacakan‎‎,” kata kuasa hukum Sofyan Basir, Soesilo Aribowo, di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (24/6).Setidaknya Soesilo menjelaskan sejumlah argumentasi dalam nota keberatan (eksepsi) Sofyan. Pertama adalah terkait penerapan pasal yang berbeda oleh penuntut umum antara penyidikan dan penuntutan.“Sehingga surat dakwaan melanggar KUHAP dan Undang-undang sehingga menjadi tidak cermat dan kabur,” kata Soesilo.

Sofyan Jacob: Saya Purnawirawan Polri yang Taat Hukum

Menurut Soesilo, jika mencermati surat dakwaan, maka akan secara jelas dan nyata dapat dibaca telah terjadi perubahan pasal yang didakwakan kepada terdakwa Sofyan Basir. Dalam surat dakwaan pertama, pasal yang di dakwakan adalah Pasal 12 huruf a jo. Pasal 15 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 56 ke-2 KUHP. Sedangkan dakwaan kedua melanggar Pasal 11 jo. Pasal 15 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 56 ke-2 KUHP.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...