Layla-Majnun

Oleh: Aidir Amin Daud

Masih ingat kisah cinta abadi yang cukup legendaris: Layla-Majnun? Judul lainnya: Pengantin dari Surga (yang judul aslinya adalah Layli o Majnun).

Penulisnya Nizami Ganjavi (1141-1209). Ternyata seorang sastrawan besar dari Azerbaijan. Prof Husnan Fananie – Duta besar Indonesia untuk Baku untuk Azerbaijan menceritakan hal itu kepada Menpan Syafruddin dan rombongan ketika kami bertemu di bandara Hamad International Airport Doha Qatar — Sabtu kemarin.

Roman karya Nizami-Ganjavi inilah yang dinilai oleh banyak kalangan menginspirasi lahirnya karya-karya seperti Romeo-Juliet karya William Shakespeare di tahun 1590-an. Di Indonesia kita kenal karya Buya Hamka — Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1938). Lebih spesifik di Makassar kita kenal kisah cinta Maipa Deapati dan Datumuseng yang ditulis oleh Verdy R Baso di tahun 1967 — dengan sumber naskah: lirik sinrilik.

Sejak masih bersatu dengan Uni Soviet — Azerbaijan sudah memberi penghormatan besar kepada Nizami. Sebuah museum besar termasuk patungnya dibangun di kota kelahirannya: Ganja Azerbaijan. Sebuah bangunan yang amat ikonik yang dikelilingi oleh taman yang luas. Museum ini dibangun sejak tahun 1947 namun sempat terabaikan hingga dibangun kembali oleh pemerintah Azerbaijan yang merdeka sesudah Revolusi kejatuhan Soviet di tahun 1991. Monumen untuk mengenang Nizami tak hanya ada di Azerbaijan tetapi juga ada Moskow, St. Petersburg dan Udmurtiya (Russia), Kiev (Ukraine), Beijing (China), Tashkent (Uzbekistan), Marneuli (Georgia), Chişinău (Moldova), Rome (Italia).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : asrie


Comment

Loading...