Layla-Majnun

*** Dari berbagai catatan -sinopsis dasar Layla-Majnun sebenarnya nyaris mirip dengan berbagai roman terkenal yang terbit sesudahnya. Kisahnya dimulai ketika Seorang Kabilah bani Amir yang ingin mempunyai seorang anak, dan akhirnya lahirlah seorang anak laki-laki yang tampan bernama Qays. Qays menjadi seorang pemuda tampan yang disenangi temannya. Suatu saat dia menjalin hubungan dengan seorang gadis bani Qhatibiah yang bernama Layla. Orang tua Layla tidak suka anaknya menjalin hubungan gelap dengan Qays dan kemudian mereka dipisahkan.

Qays menjadi putus asa dan menjadi gila dan mempunyai julukan “Majnun” si gila. Layla akhirnya menikah dan upaya Qays untuk bertemu selalu gagal. Layla sendiri tak bisa melupakan Qays — hingga sang suami akhirnya meninggal dunia. Sepeninggal sang suami, Layla tetap tak bisa menyatukan hasrat cintanya dengan Qays karena sang kekasih sudah tak waras lagi. Diceritakan Layla akhirnya juga meninggal dan belakangan Qays dikisahkan mati di atas kuburannya.

Layla dan Majnun adalah pasangan abadi dari surga. Ketika terlahir ke dunia mereka saling mencinta dan setia walau harus terpisah; walau majnun kehilangan unsur kemanusiaannya dan walau Layla menjalani kawin paksa dengan lelaki yang tak pernah mampu menjamah kegadisannya. Hingga akhirnya, mungkin Tuhan ‘menyatukan’ mereka kembali dalam pelukan yang abadi. ***

Di satu sudut kota Baku Azerbaijan - sebuah patung besar Nizami Ganjavi — berdiri tegak dikelilingi taman yang asri. Delapan abad yang lalu — orang ini dicatat sejarah menuliskan ‘roman-cinta’ pertama yang meng-inspirasi banyak sastrawan dunia lainnya.**

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : asrie


Comment

Loading...