Separuh Badan Jalan Longsor, Warga: Tak Ada Perhatian Pemkab Enrekang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, ENREKANG– Akses tercepat menuju Sub Terminal Agrobisnis (STA) Sumillan dibiarkan terbengkalai. Sudah sebulan lebih separuh badan jalan longsor. Namun tak ada perhatian Pemkab Enrekang.

Jalur Sumillan-Kalosi ini dikeluhkan sejumlah pengusaha sayuran. Padahal akses ini paling cepat dibanding truk mesti memutar lewat jalur Poros Belajen-Kalosi.

Komoditas sayuran kebanyakan dikirim via Pelabuhan Parepare ke Kalimantan, Pelabuhan Bajoe Bone tujuan Sultra dan sebagainya.

Salah satu warga sekitar, Rahman mengaku saat-saat hari tertentu, jalur tersebut macet karena truk mesti bergiliran untuk melintas. Separuh badan jalan sudah longsor. Praktis hanya bisa dilalui kendaraan roda empat bergantian.

“Itupun mesti hati-hati. Sudah lama dikeluhkan. Tetapi memang Pemda seperti tidak punya telinga. Itu jalur utama perdagangan sayuran yang jadi andalan daerah tetapi tidak ada perhatian,” kesalnya, Senin (24/06/2019).

Salah satu pengusaha sayuran, Abdul Muin mengaku tiap pekan mengirim bertruk-truk sayuran ke Kalimantan. Namun jalur Sumillan-Kalosi yang selalu dilalui truknya beberapa titik rusak sudah cukup la. Sehingga truk yang sarat muatan mesti jalan cukup pelan.

“Selain rawan longsor, beberapa titik sudah seperti sungai karena selalu berkubang, penuh air. Belum lagi jalurnya cukup sempit. Padahal truk ramai hilir mudik,” tandasnya. (fik)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...