35 Anak Tewas di Lubang Bekas Tambang, Kepala ESDM Kaltim Minta Orang Tua Perketat Pengawasan

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID,SAMARINDA-- Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Wahyu Widi Heranata meminta para orang tua memperketat pengawasan terhadap anaknya untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lagi di lubang bekas tambang. Pada Sabtu, 22 Juni 2019, diketahui bersama, Ahmad Setiawan berusia 10 tahun tewas tenggelam di kolam tambang yang telah ditutup oleh PT Insani Bara Perkasa di Jl Pangeran Suryanata Kelurahan Bukit Pinang Samarinda Ulu. Kejadian ini menambah daftar 35 korban anak tewas di kolam tambang di Kaltim. "Sesuai keyakinan dan adab. Saya minta masyarakat, tolong diawasi anaknya. Jangan dilepas. Karena pertanggung jawaban kepada Allah SWT," kata Wahyu Widi Heranata kepada wartawan saat meninjau lokasi tewasnya Ahmad Setiawan, Senin (24/6/2019). Menurutnya, orang tua memiliki kewajiban mengawasi anak-anak yang belum dewasa. "Seperti saya, punya dua anak. Saya berkewajiban mengawasi anak saya sampai akil balik (dewasa). Tapi kalau sudah akil balik, keluar pengawasan dari saya," ujar Wahyu Widi Heranata. Wahyu Widi Heranata menilai kejadian anak tewas di lubang tambang akibat kelalaian dan kesalahan orang tua tak mengawasi anaknya. "Kalau ditanya siapa yang salah siapa yang benar. Ya minta maaf, orangtuanya yang salah," katanya. Diakui Wahyu Widi Heranata, lokasi tenggelam Ahmad Setiawan berada di wilayah konsesi PT Insani Bara Perkasa merupakan PKP2B dan masih menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut. Hal ini sudah dilaporkannya ke Direktorat Jenderal Minerba ESDM dan Gubernur Kaltim Isran Noor.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan