Banyak Lapas dan Rutan Ricuh Ditengarai Buruknya Koordinasi, Dirjen PAS Diminta Mundur

Selasa, 25 Juni 2019 11:46
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Maraknya aksi pembakaran rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) yang dilakukan para narapidana (napi), ditengarai disebabkan oleh buruknya koordinasi. Pengawasan yang kurang tegas acapkali diduga sebagai biang kericuhan.Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardian menilai, terjadinya peristiwa pembakaran rutan dan lapas yang selama ini terjadi dikarenakan kurangnya pengawasan dan rendahnya keamanan. Akibatnya, sering muncul napi yang merasa sebagai jagoan di rutan maupun lapas.“Karena jagoannya itu, mereka bisa mengerahkan massa untuk membuat kericuhan sehingga muncul pembakaran,” kata Trubus dalam keterangannya, Selasa (25/6).Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) diminta segara melakukan pembenahan di jajaran lapas. Salah satu caranya, dengan mengganti Direktur Keamanan dan Ketertiban (Dirtatib) hingga Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas).“Bila hulunya dibenahi, hilirnya pasti akan baik. Tak ada lagi kericuhan yang menyebabkan pembakaran rutan maupun lapas,” ucapnyaTrubus menambahkan, munculnya persoalan tersebut juga disebabkan akibat buruknya koordinasi dengan pihak kepolisan maupun TNI. Sehingga, kericuhan yang seharusnya bisa dengan mudah dicegah, namun akhirnya pecah akibat kurangnya koordinasi.“Yang saya tangkap, selama ini dari pihak lapas maupun rutan, biasanya mencoba menyelesaikan sendiri. Kalau tak bisa, baru mereka meminta bantuan,” ungkapnya.Agar kasus itu tak kembali terulang dan menyebar ke beberapa wilayah, Trubus menyarankan segera dilakukan pembenahan. Bukan hanya Kalapas maupun Karutan yang selalu dijadikan kambing hitam, namun pembenahan menyeluruh harus diambil.

Bagikan berita ini:
1
7
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar