Darurat… Tahun 2020, TPA Tamangapa Sesak Sampah

Selasa, 25 Juni 2019 - 17:18 WIB
ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Makassar darurat sampah. Produksi sampah di Kota Anging Mammiri sudah mencapai 1.200 ton per hari. 58 persen organik dan 42 persen non organik.

Menyedihkan, penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan pengolahan sampah di Kota Makassar, belum maksimal. Seperti, bank sampah yang ada sekitar 1.000 unit, hanya 584 unit yang aktif. Sisanya tidak aktif.

Bukan itu saja, Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3R, yakni Reuse, Reduce, dan Recycle di Makassar peranannya, minim. Dari enam unit TPS 3R, hanya satu yang beroperasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Rusmayani Madjid mengemukakan, berdasarkan hasil kajian, daya tampung TPA Tamangapa hanya bisa bertahan hingga tahun 2020.

Sehingga pengelolaan dan pengolahan sampah di Kota Makassar, sudah sangat mendesak. Olehnya, pelibatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan ini.

Dikatakan Rusmayani, persoalan sampah merupakan masalah bersama. Tidak semata-mata urusan pemerintah, tetapi juga pelibatan masyarakat, dan partisipasi swasta dibutuhkan.

“Setiap masyarakat wajib untuk membersihkan wilayahnya. Jangan sekadar membersihkan pada saat mau ikut lomba saja, tetapi harus setiap hari,” kata Rusmayani.

“Masyarakat juga perlu melakukan pemilahan terhadap sampahnya. Mana yang organik dan non organik,” sambungnya.

Rusmayani juga mengingatkan masyarakat agar mengurangi pemanfaatan barang berbahan plastik. “Kendalanya TPS 3R tidak aktif karena biaya operasional,” tambahnya.

Kabid Persampahan dan Limbah B3, A Engka menuturkan, warning saat ini adalah sampah plastik. Untuk itu diharapkan, masyarakat turut andil besar dalam pemilahan sampah.

“Dengan kondisi saat ini harus segera ditangani cepat. 2020 nanti, kalau tidak ada penanganan segera, maka di TPA akan sesak,” ujarnya. (smd)