Dinamika Pilkada Serentak 2020, Figur Baru Ancam Petahana

Selasa, 25 Juni 2019 - 10:59 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tiga bulan lagi, tahapan pilkada serentak 2020 dimulai. Figur penantang sudah mulai bermunculan di daerah.

Pada pilkada serentak nanti, terdapat 12 daerah yang akan menghelat pesta demokrasi lima tahunan. Termasuk Gowa dan Makassar, dua daerah dengan populasi pemilih besar di Sulsel.

Di Gowa, petahana Adnan Purichta Ichsan akan ditantang oleh legislator DPRD Sulsel, Darmawangsyah Muin. Jika maju, inilah kali pertama Wawan –sapaan Darmawangsyah– bersaing pada pilkada.

Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Partai Gerindra Sulsel ini mengincar PPP, Golkar, dan PKS masuk dalam koalisinya. Tak kalah pentingnya, memastikan dukungan masyarakat.

“Kita masih menunggu sinyal dari mereka (partai), termasuk PPP karena dia peraih suara terbanyak di pemilu kemarin,” ungkap Wawan, Senin, 24 Juni.

Hanya saja, PPP juga mempertimbangkan mengusung kader sendiri. Ada nama Amir Uskara yang juga Wakil Ketua Umum DPP PPP yang juga anggota DPR RI dua periode. Nama lainnya, Andi Tenri Ajeng (istri Amir Uskara) dan Wakil Ketua DPRD Gowa, Sahir Pasang.

“Kami juga meminta saran kepada tokoh pemuda dan masyarakat di Gowa sebelum memutuskan siapa yang layak untuk kami pilih,” ungkap Ketua PPP Gowa, Nursyam Amin.

Petahana Adnan Purichta Ichsan, memilih tak berkomentar terkait pilkada 2020. Bupati Gowa itu beralasan fokus menata Gowa bersama wakilnya Abd Rauf Malaganni. “Jangan dulu dibahas, itu masih jauh (pilkada) kami masih fokus untuk kemajuan Gowa lebih baik lagi,” elaknya.

Pertarungan Internal

Di Pangkep, Bupati Syamsuddin Hamid dipastikan tidak maju lagi. Namun, pertarungan masih di internal keluarganya. Dua nama yang mencuat adalah Andi Ilham Zainuddin (ipar) dan Muh Yusran Lalogau alias MYL (kemenakan).

Ilham saat ini Ketua DPRD Pangkep. Sementara Yusran merupakan Ketua Nasdem Pangkep. Partainya menjadi peraih suara terbanyak pada Pemilu lalu sehingga kursi ketua DPRD akan diambilnya.

Juru Bicara Nasdem Pangkep, Abdul Kadir menjelaskan sosok MYL sangat tepat untuk memimpin Pangkep ke depan. “Ini mewakili kaum milenial, beliau masih sangat muda. Pemilih saat ini juga mayoritas dari kalangan milenial,” bebernya.

Nasdem meraih delapan kursi pada pileg lalu. Ini dinilai sudah cukup untuk mengusung calon pada pemilu mendatang. Walaupun tanpa koalisi dengan parpol lain. Nasdem sementara menggodok sosok yang akan mendampingi MYL.

Baca Juga: Trah Yasin Limpo Bimbang Bertarung di Pilkada 2020

“Nanti kita sampaikan pasangannya. Saat ini tim survei masih sementara bekerja untuk menentukan calon wakil. Ada beberapa nama yang kita ajukan. Termasuk dari kalangan birokrat dan pengusaha,” ucapnya.

Golkar yang juga meraih delapan kursi pada pileg, mulai memperkenalkan figur yang akan maju sebagai bakal calon bupati dengan mengendarai Partai Golkar.

“Golkar mengusung kader terbaiknya, kader dengan perolehan suara caleg terbanyak di Kabupaten Pangkep yaitu Andi Ilham Zainuddin,” ungkap Juru Bicara Partai Golkar, Rahmat Nur. (*)

Reporter: Sakinah-Nursan-Arini
Editor: Harifuddin-Ridwan Marzuki