Diskusi Buku, Beli karena Butuh

Selasa, 25 Juni 2019 - 08:37 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sadar akan kebutuhan. Membelanjakan uang semestinya, tidak boros. Keperluan yang mendesak diprioritaskan.

Seperti itulah, fenomena unik dalam kehidupan warga negara Groningen, Belanda. Orang-orangnya memiliki perilaku konsumtif, meski bergelimangan harta. Contoh nyata, mereka lebih memilih membeli sepeda dari pada motor atau mobil karena dianggap ramah lingkungan.

Jepang-Ekuador Imbang, Paraguay Lolos ke-8 Besar karena Selisih Gol

Hal tersebut diutarakan Dosen Akuntasi Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Andi Sri Wahyuni disela-sela diskusi bukunya berjudul “Beli Karena Butuh”. Berlangsung di Sekretariat HMA PNUP. Senin (24/06/2019).

Buku yang dibuat pada tahun 2017, sejak dirinya menetap di Belanda. Ia mengaku, orang-orang di sana lebih care, dengan kebutuhan dibanding sekadar prestise. Selain itu, banyak toko yang menjual barang-barang bekas yang artinya, tidak banyak sampah-sampah rumah tangga yang terbuang percuma.

Air Asia Buka 5 Rute Domestik Baru

“Saya melihat fenomena unik di sana, yang belum banyak diterapkan di lingkungan sekitar. Orientasi pembacanya lebih ke remaja karena fase ini memang rentan dengan iklan,” ungkapnya.

Salah seorang peserta diskusi, Kaderisasi dan Advokasi Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) PNUP, Ani Saputri mengutarakan, terkhusus untuk muslimah yang sering membeli sesuatu, berdasarkan keinginan, bukan kebutuhan. Seperti, pakaian dan alat hias mengikuti tren, bahkan memburu diskonan.

Muzdalifah Tolak Tawaran Rp 28 Miliar dari Uya Kuya

Padahal menghandle keuangan itu penting. Menurutnya, membeli barang harus memikirkan tingkat kebutuhan. Apakah memang barang tersebut penting atau masih bisa diminimalisir tanpa membeli.

“Misalnya, tips yang diberikan, jangan membeli barang yang sama. Jika ada teman yang menawari barang bekas, jangan sungkan menerima, untuk memenuhi kebutuhan,” ungkap Mahasiswi Jurusan Akuntansi Semester empat ini. (aas)

loading...