Mahasiswa STIFA Olah Liur Walet Jadi Permen Gel, Ini Khasiatnya

Selasa, 25 Juni 2019 - 10:46 WIB
Dari kiri ke kanan, Dosen Pembimbing Ismail, dan mahasiswa Stifa, Sawrwan Hamid, Heznia Nur Azizah, serta Marwa Rezki Alimus memperlihatkan permen gel dari liur walet buatannya.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Liur burung walet jarang dikonsumsi masyarakat. Padahal memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh. Tiga mahasiswa STIFA pun mengolahnya menjadi permen gel.

Ketiga mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFA) Makassar itu adalah Heznia Nur Azizah, Sarwan Hamid, dan Marwa Rezki Alimus. Mereka merupakan salah satu tim yang berhasil lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Lima Mahasiswa UNM Ciptakan Aplikasi Pappilajara untuk ABK Tunarungu

Sebelum membuat permen ini, mereka terlebih dahulu melakukan penelitian terkait liur walet. Dari hasil itulah mereka berinisiatif menciptakan inovasi agar liur walet dapat dikonsumsi masyarakat dengan mudah.

Ketua tim, Azizah menuturkan, selama ini banyak orang menganggap liur walet tak higienis. Beberapa juga mengira sarang yang tercipta dari burung walet cukup mahal dikonsumsi sehari-hari.

“Kita gunakan serpihan atau serbuk liur burung walet, bukan liur yang berbentuk mangkuknya. Jadi harganya terbilang lebih murah. Tetapi khasiatnya tetap sama,” tutur Azizah saat ditemui di kampusnya, kemarin.

Video Aksi Demo Mahasiswa Bantaeng yang Berujung Ricuh

Permen ini, kata dia, menggunakan pemanis alami yang aman dikonsumsi bagi penderi diabetes. Untuk membuatnya lebih diminati, mereka mencapurkan gelatin sebagai salah satu bahan dasar agar hasilnya lembut seperti gel.

Selain itu, ada campuran asam sitrat untuk memicu rasa agar lebih diminati. Sebagai langkah awal, mereka memilih aroma stroberry dan jeruk.

“Banyak sekali manfaatnya. Salah satunya menangkal radikal bebas. Dia memiliki kalzium anti aging yang bisa dijadikan sistem imun. Bisa juga mencegah terjadinya kanker,” ungkapnya.

BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Mahasiswa KKN Unhas

Dosen pembimbing, Ismail mengatakan, saat ini permen dari liur walet itu sudah dalam masa pengujian di Balai Besar Laboratorium Kesehatan. Hasilnya akan keluar dalam waktu dekat ini.

“Nanti kita akan kerja sama dengan peternak walet. Serbuk yang tidak dipakai bisa kami gunakan dalam bentuk sediaan permen. Karena yg memiliki nilai jual tinggi itu yang bentuk mangkuk,” kuncinya.(ism)