Mau Tidur, Bisiki Ayat di Telinga

0 Komentar

Memiliki lima anak yang semuanya penghafal Alquran, tentu menjadi kebanggaan. Namun, itu tentu tak instan.

Laporan: SAKINAH FITRIANTI, Pangkep

KINI, kelima bersaudara itu telah hafal Alquran. Muhamad As’ad Syawir, Muhammad Akmal Syawir, Muhajir Syawir, Muammar Syawir, dan Rayya Naurah Syawir.

Mereka adalah anak-anak Muh Syawir Dahlan. Salah seorang tokoh pendidikan di Pangkep. Bagi Syawir, generasi penerus bangsa harus unggul dalam segala hal, utamanya dari segi akhlak.
Anak-anak yang cerdas dan menjadi seorang hafiz Alquran memerlukan didikan khusus dari orang tuanya. Kelima anaknya yang disebut di atas, sudah menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz.

Bahkan khusus Rayya Naurah Syawir, dia masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Syawir mengatakan, paling penting diperhatikan dalam mendidik anak, yaitu senantiasa diberikan motivasi agar rajin menghafal.
“Motivasi penting diberikan agar anak-anak semakin terpacu untuk bisa mengahafal Alquran. Paling penting juga menjadikan Alquran sebagai kebiasaan,” bebernya.

Orang tua juga mesti memunculkan kesadaran dalam diri anak sendiri. Walaupun awalnya terkesan dipaksa. Akan tetapi, lama-kelamaan menjadi kebiasaan bagi mereka dengan sendirinya untuk menghafal Alquran.
Penghargaan disebut turut andil dalam keberhasilan anak-anaknya dalam mengahafal Alquran. “Saat anak-anak mampu menghafal Alquran, mereka diberi hadiah. Hal ini semacam penghargaan bagi mereka atas pencapaiannya dalam menghafal Alquran,” paparnya.

Dosen Tahfidzul Quran Universitas Muslim Indonesia ini mengaku turun langsung mendampingi anak-anaknya agar mampu menghafal Alquran dengan baik sejak dini.

“Sejak kecil saya latih mereka supaya bisa menghafal Alquran. Jadi sewaktu masih kecil saya selalu bisik di telinganya setiap mereka mau tidur, bahwa Allah selalu bersama dengan kita. Kalimat-kalimat motivasi ini penting bagi mereka agar ada semangat dalam mengahafal Alquran,” paparnya.
Ia juga tidak tanggung-tanggung memberikan hukuman bagi anak-anaknya apabila malas menghafal Alquran.

“Kalau anak-anak mulai malas, diancam dan tegas. Supaya bisa memberikan lagi semangat agar tidak patah semangat. Tetapi jika mereka berprestasi harus diberi hadiah juga,” ungkapnya.
Dijelaskan juga bahwa kelima buah hatinya ini kerap menjadi perwakilan Kabupaten Pangkep pada saat penyelenggaraan STQ atau MTQ hingga ke tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Tidak jarang juga mereka membawa pulang piala kemenangan pada cabang lomba hafalan yang diikutinya. (*/rif-zuk)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...